Jangan Takut Lawan Mereka

ilustrasi

Oleh : Philip Joeng

Pesta Pilpres 2019 telah usai. Jokowi akan dilantik untuk kedua kalinya Oktober 2019 mendatang. Saat inilah sy merasa "Tugas & Tanggung Jawab" saya sebagai Warga Negara sudah terlaksana sebagian. Dan tiba waktunya sy kembali ke Laptop. Balik ke habitat saya sebelumnya yg lebih byk membahas Ekonomi, Teologi, Dog Training, dan Kedokteran Hewan. Sesuai 4 bidang ilmu yg sy pelajari. Karena Politik sebenarnya bukan habitat saya.

Akun saya berubah menjadi Politis sekitar 4,5 tahun lalu. Saya all out fight for Ahok & Jokowi. Saya Ahokers Garis Baja Hitam, dan A Tough Cebong!!!

Ada banyak teman mempertanyakan, mengapa Akun saya tiba2 berubah membahas politik?? Bahkan ada yg bilang bahwa saya mencari ketenaran & ingin cari panggung sebagai pengamat politik.

Saya rasa tuduhan itu aneh & mengada2, sebab tidak ada duit yg sy dapatkan dari memposting hal2 politis. Justru sy keluar duit, tenaga & waktu untuk itu. Soal ngetop, hahaha, iya, sy ngetop bahkan sampe terkenal sebagai "Pembuat Chat WA Rizieq-Firza" dan katanya "Buronan Umat Islam se Indonesia" Keren kan??

Pihak Polres dan Polda tiba2 menjaga rumah2 dan kantor2 saya 24 jam. Beberapa teman NU & Banser nelpon & menemui saya dan meminta saya agar tidak ragu menghubungi mereka jika ada apa2. Kawan2 LBH juga mengundang saya dalam Diskusi mengenai Persekusi di Bandung. Bahkan team Mata Najwa meminta sy jadi Narasumber walau kemudian dicancel, mungkin karena kuatir keadaan makin panas.

Waktu itu saya sangat menghargai perhatian tsb, tapi malah pengen ketawa melihat "Kebodohan" yg dibuat MCA (Memek Cebok Army) tsb. Why??

Pertama,
saya terlalu percaya bahwa nyawa itu ditangan Tuhan. Mati kapanpun OK aja. Dalam hal ini saya Jaaauuuuhhh LEBIH BERIMAN dibanding para bangsat persekutor itu. Jadi, sy santai aja. Bahkan dalam Diskusi dengan LBH, sy bilang, kita terlalu pengecut jika membiarkan persekusi itu & melawannya hanya dengan Diskusi. Para Persecutors & Bullyers harus dilawan, jika perlu secara Fisik. Saya tidak merasa takut tuh bersikap seperti itu. Saya justru senang2 aja jika bisa jadi "Tumbal" untuk diingat orang, bahwa Persekusi itu sungguh biadab. Seperti kata Ahok, "Kalo saya mati, saya mati sebagai Legend."

Saya menempuh resiko dipersekusi, diincar nyawa saya, dihujat & diancam kanan kiri, bahkan di bai'at jadi "Musuh Besar Umat Islam" dan hari ini saya buktikan bahwa saya mampu melewati semua itu dengan santai aja. Tetep ngocol di Medsos & menjalani semua pekerjaan saya dgn lancar.

Dengan ini pula, saya ingin tunjukkan bahwa "Kekuatan Islam" ala MCA (Memek Cebok Army) hanyalah Bull Sit alias Kebo Duduk. Karena umat Islam yg sejati tidaklah Sebodoh yg kalian kira. Bisa memilah mana Islam Rahmatan Lil Alami dengan "Islam Palsu" ala Khilafah2an itu.

Para pengusung bego ala MCA itu hanyalah Peanuts. Kacang Rebus. Jumlah mereka kecil, tapi Bacotnya Gede. Jika pemerintah Serius, mereka mudah kok dibasmi.

Mereka mau ngabisin saya aja kagak bisa, gimana mau menumbangkan Jokowi???

Mereka sengaja memilih bbrp orang Tionghoa utk dinarasikan sebagai Musuh Islam. Dan yg mereka pilih salah satunya adlh saya. But they picked the Wrong Guy. Mereka mungkin gak menyangka bhw sy akan melawan balik bahkan menjemput mereka satu persatu karena sy tak semudah itu ditakut2i.

Kedua,
Saat itu, saya justru balik menantang mereka utk bertemu & menyelesaikanya secara laki2 di parkiran East Coast Mall. Jika mereka datang satu satu, sy akan layani juga satu2. Tapi jika mereka datang keroyokan, saat itu, sy juga udah siapkan 8 unit mobil van kantor yg berisi total 32 anjing2 saya yg sudah dididik khusus & siap Fight to the Death.

Bagi saya, jika kondisi darurat, polisi masih berpikir dua kali utk meletupkan senjatanya, karena kuatir dituduh melanggar HAM. Tapi anjing2 saya, tak akan berpikir dua kali untuk melindungi saya saat saya teriak "ATTACK!!!". Saya ingin para persekutor bangsat itu dihabisi. Sy permudah jalan mereka bertemu 72 bidadari.

Tapi, walau udah sy siarkan LIVE di FB tantangan itu & mereka juga udah nyebarin tantangan saya .

https://www.ngelmu.id/philip-joeng-tantang-umat-islam/

Tapi tak satupun batang hidung mereka Nongol. Pengecut!!!

Makanya, sekarang sy makin memperbanyak jumlah anjing2 yg sy didik khusus utk huru hara itu. Siapa tahu suatu hari negara perlu.

Ketiga,
Saya sengaja menantang secara terbuka, supaya para bangsat itu muncul di permukaan. Biar seluruh Indonesia tahu ada keributan disana & Polisi bisa bertindak mencokok mereka satu persatu. Sebagaimana sy juga sudah menjemput beberapa pemilik akun medsos yg memfitnah saya soal Rizieq-Firza & mengarahkan umat islam utk memburu saya. Pemilik2 akun itu akun2nya udah sy hilangkan satu persatu, dan para pemiliknya udah sy bereskan dgn cara saya sendiri. Gak perlu ngerepotin polisi. Karena bagi saya, Pemerintahan Jokowi terlalu Lunak terhadap mereka. Saya ingin tunjukkan ke seluruh Indonesia bahwa Persekusi akan hancur jika kita berani melawannya.

Kelima,
Dan ini yg paling penting!!!
Saya ingin Indonesia maju. Saya ingin anak cucu saya melihat bangsa ini bisa bersatu dan bekerja bersama membangun negeri, apapun suku, golongan, agama, dan rasnya, supaya kita disegani bangsa2 lain. Dan Indonesia tidak akan bisa besar jika para pengusung Khilafah2 itu berkuasa. Kita sudah melihat betapa dahsyat kerusakan yg mereka buat di Afghanistan, Suriah, dsb.

Keenam,
Saya Tionghoa, Sipit, Kulit Kuning, Kafir, tapi berani melawan para perusak negeri ini. Masak kalian yg seharusnya "Asli Muslim" dan lebih "Pribumi" dari saya, malah takut melawan mereka?? Membiarkan Islam dibuat mainan politik demi nafsu syahwat berkuasa mereka??

Ketujuh,
Saya ingin menyadarkan rekan2 saya juga sesama Tionghoa, bahwa Diam & Apatis bukanlah Solusi. Membangun bangsa ini harus di segala bidang, bukan cuma berdagang!! Kita harus bersuara.

Masih banyak alasan lain yg bisa saya tulis.

Tapi semua itu bagi saya sudah berlalu. Walau memperjuangkan Ahok jadi Gubernur lagi gagal, tapi Jokowi berhasil jadi Presiden lagi. Bagi saya, itu suatu kemenangan besar. Untuk apa saya meresikokan nyawa saya untuk semua hal itu??

Bagi beberapa orang mungkin itu konyol, tapi bagi saya, itu bukti cinta saya untuk negeri ini :

Memperjuangkan orang2 baik & jujur untuk memimpin negeri ini menjadi bangsa yg disegani.

Jika nanti saya mati, saya tidak mati penasaran, karena sudah bisa melihat bangsa ini makmur & ada Keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.

Pesan saya hanya satu :

"JANGAN PERNAH TAKUT MELAWAN MEREKA!!!"

Sumber : Status Facebook Philip Joeng

Monday, July 8, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: