Jangan Sepelekan Keserakahan, Ia Tidak Terbatas

ilustrasi
Oleh : Eddy Sinang Trenggono
Sering kita punya pendapat lebih baik memilih seorang Pejabat publik dari kalangan orang yang sudah kaya. Karena kita berpendapat bahwa orang yang sudah kaya sudah "kenyang ". Tidak membutuhkan harta dan kekayaan lagi untuk hidupnya .
Ternyata pendapat itu salah besar!
Kita berpendapat seseorang sudah kaya, karena kita berada diposisi dibawahnya ( kita belum kaya spt dia). Oknum itu sendiri merasa masih" Miskin" karena ia membandingkan dirinya dengan teman temannya yang lebih kaya darinya. Sehingga ia masih " Lapar /haus" .
Sehingga kita tidak habis pikir bagaimana seorang yang sudah sangat mapan seperti oknum mantan Menteri kelautan , Menteri Sosial , seorang Jaksa wanita, beberapa Purnawirawan Jenderal masih bisa tergelincir melakukan tindakan kriminal pelanggaran sumpah jabatan dengan menerima suap /sogokan Milyaran dari orang lain. Kita bingung, mereka masih butuh apa lagi?? Rumah dan mobil mewah sudah punya dan lebih dari satu, aset aset lain sudah punya. Perusahaan sudah punya. Tabungan untuk masa depan anak sudah punya...... Mengapa masih mau menerima sogokan / uang suap???
Sementara kita beberapa kali membaca berita ada petugas cleaning services dan kebersihan, Pemgemudi Taxi atau orang orang bawah lain yang mengembalikan uang puluhan juta atau barang barang berharga yang mereka temukan..
Atau ada pegawai pegawai rendahan yang menolak uang suap dari orang lain.
Apa yang membuat mereka merasa "Tidak lapar" terhadap materi yang sudah ada ditangannya.
Jadi anggapan bahwa orang kaya sudah "kenyang " dan orang miskin masih " Lapar " harus kita gugurkan
Jangan terkecoh lagi
Keserakahan itu tidak terbatas......
Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono
Monday, February 22, 2021 - 16:15
Kategori Rubrik: