Jangan Ragu Menolak Khilafah

ilustrasi

Oleh : Eep Ivanovsky

Meski sudah dibubarkan, gerombolan khilafah masih berkelindan sana sini. Mau apa? Tidak lain masih berjualan ideologi yang ditolak di mana-mana.
.
Kok masih eksis? Ya. Justru lebih masif. Yang ditawarkan adalah simbol-simbol agama. Dikemas dengan tampilan "awam", siap membius milenial yang masih labil, dan memang itu karakternya.
.
Kejayaan masa Khalifah selalu dienduskan, padahal khilafah juga penuh borok di dalamnya. Tau pemenggalan kepala Sayyid Husein cucu Nabi? Kepalanya diarak dari satu kota ke kota lain? Itu terjadi di masa khilafah.
.
Tau Khalifah Al-Mulk dan khalifah-khalifah Abbasiyah setelahnya? Pribadinya penuh culas. Tidak ada kepribadian pemimpin. Negara hanya jadi ladang mencari nama. Kapan itu terjadi? Di masa khilafah.
.

Karena apa empat Khalifah Ar-Rasyidun wafat? Dibunuh. Karena apa? Karena ego elektoral politik kekuasaan satu sama lain antar politikus saat itu. Kapan? Di masa khilafah.
.
Khilafah bersih dari cacat? Fiktif. Masih banyak borok yang memalukan jika diceritakan, lah kok malah ada yang bangga-bangain sampai mati-matian ingin dikembalikan sekarang atas nama agama. Heran.
.
Lantas wajib menjalankan tidak berkhilafah itu? Tidak. Karena ia bukan bagian dari rukun Islam. Harus diimani oleh Muslim? Sama sekali tidak perlu, sebab bukan rukun iman yang ada enam.
.
Dosa tidak enggak berkhilafah? Enggak. Tidak ada Nash sarih mewajibkan berkhilafah. Yang wajib itu berkhalifah, ingat yak, bukan berkhilafah. Jadi jangan ragu menolak khilafah.
.
#tolakkhilafah #jagaNKRI

Sumber : Status Facebook Eep Ivanovsky

Tuesday, August 4, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: