Jangan Post Sejumlah Hal Ini di Medsos

Oleh: Niken satyawati

 

Seorang kawan online yang baik tiba-tiba menanyakan, kok saya nggak pernah terlihat berulang tahun di Facebook. Dalam arti tidak ada yang mengucapkan di wall setiap tahunnya. Padahal dia ingin mengucapkan selamat ulang tahun. Saya ngakak.

Saya mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. Saya jelaskan, bahwa saya mengatur setting privacy sedemikian rupa sehingga tanggal lahir saya tidak tampak dan tidak juga ada pemberitahuan bahwa saya berulang tahun di beranda kawan-kawan. Satu lagi, saya menutup wall saya untuk orang lain. Saya juga tidak bisa di-tag secara otomatis. Orang yang menandai saya, tidak akan secara otomatis postingannya muncul di wall saya.

 

Bukan bermaksud sombong. Tapi begitulah cara saya menggunakan Facebook. Tidak seluruh data saya serahkan pada Facebook. Ya suka-suka para penggunanya sih sebenarnya mau diatur kayak apa. Tapi sebaiknya setting privacy itu dilakukan demi kebaikan kita sendiri. Setiap data yang kita berikan berpotensi untuk disalahgunakan. Karena di era artificial intelligent, data-data kita ini sebenarnya komoditas. Sangat bernilai jual. 

Selain tidak menyerahkan tanggal lahir dan informasi pribadi terlalu detail ke platform medsos manapun, ada sejumlah hal yang mungkin remeh namun juga sebaiknya tidak kita lakukan:

1. Mengabarkan keberadaan kita, apalagi mengonformasikan hanya ada anak yang kecil di rumah, atau bahkan rumah lagi tak ada penghuninya, karena berpotensi memancing kejahatan. 
2. Terlalu detail memperlihatan kondisi rumah. Memperlihatkan harta benda yang kita miliki. Itu juga memancing kejahatan.
3. Terlalu detail menginformasikan identitas anggota keluarga. Ini berbahaya karena akan membantu orang jahat menyusun rencana kejahatan terhadap kita dan anggota keluarga kita. 
4. Membuat postingan yang negatif tentang orang-orang, siapapun itu, terutama yang lokasi tinggalnya dekat dengan kita. Walau kita samarkan namanya namun ciri-cirinya jelas dan mengarah, akan berpotensi membuat kita berkonflik dengan mereka dan bisa terkena masalah hukum. Baik yang menyangkut UU Pidana maupun UU ITE.
5. Membagikan sesuatu informasi yang sesuai dengan selera kita, tapi kita sebenarnya tidak mengetahui benar atau tidaknya informasi tersebut. Kalau sampai kita menyebar hoax, bisa terjerat UU ITE.

Saya sendiri kadang masih lupa juga memposting hal-hal seperti di atas. Jadi ini sebagai pengingat, khususnya buat saya sendiri.

Sementara itu, Facebook ini dirancang untuk kenyamanan penggunanya. Kalau Anda tidak nyaman dengan sebuah akun, Anda punya hak kok untuk menggunakan fitur unfollow, unfriend bahkan block. Jadi gunakan bila perlu dengan berbagai pertimbangan. Kalau nggak suka postingan selfie-selfie saya, feel free untuk memanfaatkan fitur tersebut ya.

Tapi hati-hati kalau Anda suka memposting makanan yang enak-enak, bisa saya unfollow, karena membuat saya ngiler. Huh!

 

(Sumber: Facebook Niken Satyawati)

Saturday, September 7, 2019 - 13:45
Kategori Rubrik: