Jangan Pernah Meremehkan Indonesia, Inilah Ancaman Jokowi yang Menakutkan Dunia

Oleh : Asep Bahtiar Pandeglang

Jokowi tidak pernah ragu untuk menciptakan ketakutan-ketakutan pada beberapa negara tetangga utamanya Malaysia, pembangunan fisik dan infrastruktur seperti di perbesarnya Pos Lintas Batas Negara tentu menjadi polemik tersendiri bagi negara yang berada disebrangnya. meskipun dalam beberapa batas negara tidak bisa dipastikan mana batas negara sebenarnya seperti dalam peritorial udara dan peta kelautan, pencurian ikan dengan jumlah jutaan seperti yang dilakukan China, berada di wilayah perbatasan tanpa bisa diantisipasi oleh Tentara Negara Indonesia.

Dibangunnya Pos Lintas batas negara bisa menimbulkan rasa takut pada seluruh dunia, Indonesia yang seringkali diremehkan oleh negara tetangga bisa teratasi dengan munculnya pos dengan penjagaan dan kemananan yang superketat, meskipun dalam politik, sebuah negara tidak serta merta bisa dihormati oleh negara lain kalau didalamnya selalu terjadi pertentangan dan ketidakharmonisan dalam tubuh pemerintahannya, seperti program Jokowi di goyang, program dan visi misi negara dilabrak oleh para jajaran yang berada di bawahnya (DPR), tentu hal tersebut bisa mengurangi rasa hormat dari negara tetangga.

Istilah menghina, melecehkan dan meremehkan negara indonesia akan terjadi di seluruh dunia, imbasnya selain berkurangnya kepercayaan para investor juga mempengaruhi kesejahteraan rakyat di negara itu sendiri. Pentingnya sebuah kemanan, seperti dibangunnya 7 pos lintas negara yang sedang dikebut oleh Presiden Jokowi akhir-akhir ini sedikit banyak memberi rasa takut pada dunia, akan tetapi pembangunan dan keamanan canggih sekalipun tanpa ada dukungan moral dari para pejabat dibawahnya, kekompakan mendukung program pemerintahan pusat, terjadinya penjegalan dan pembegalan program, ego dan kepentingan untuk menggendutkan perut sendiri, pembangunan insfraturtur hebat sekalipun akan terlunta dan bisa menimbulkan efek bom atom didalam pemerintahan, hal tersebut akan dilihat oleh seluruh negara di dunia sebagai imbas dari kelemahan negara Indonesia.

 "Kita harus menunjukkan bahwa perbatasan adalah jendela, halaman muka kita, dan orang masuk ke negara kita merasakan bahwa ini negara besar," "Saya pastikan lebih baik dari yang lalu, lebih besar dari yang lalu, dan lebih baik daripada yang di sana (Malaysia)," kata Presiden Jokowi Saat Meninjau Pembangunan PLBN Entikong. *****

 Kelemahan Jokowi mungkin dari latar belakangnya sebagai seorang pengusaha mebeul yang datang dari kampung lusuh di Solo, berperawakan kecil, wajah yang tidak terlalu garang, tidak seperti Soekarno yang berbadan besar atau SBY yang berlatarbelakang militer, nasib Jokowi sama percis dengan Presiden Gus Dur yang selalu diremehkan oleh negara tetangga, Gus Dur dengan simbol Presiden cacat fisik menjadi kelemahan yang dilihat negara di dunia, tetapi Presiden Gus Dur dengan kejeniusan dan mata batinnya mampu melampaui semua teori dan retorika dari kepongahan negara adidaya di seluruh Dunia, Jokowi harus melakukan apa yang menjadi titik penghinaan kepada negara Indonesia, membangun infrastruktur Pos Lintas Batas negara di sertai keamanan tercanggih dan terketat yang tidak pernah dilakukan pemerintahan sebelumnya sedikit bisa mengurangi penghinaan terhadap Indonesia.

Sebagai negara ‘surga’ yang paling kaya di planet semesta, Indonesia akan terus menderita dengan pencaplokan tangan-tangan jahil yang selalu rakus akan pustaka harta karun paling indah untuk dijamah, dengan dikebutnya Pos Lintas Batas Negara, selain mempercantik halaman rumah, menjaga kesolidan keamanan negara, sekaligus menjadi ancaman yang menakutkan bagi seluruh dunia agar tidak main-main terhadap Indonesia yang memiliki segudang harta karun paling indah. ** (ak)

Sumber tulisan : kompasiana.com

Sumber foto:pontianak.tribunnews.com

Thursday, March 24, 2016 - 10:45
Kategori Rubrik: