Jangan Percayakan Surat Al Maidah Ke Alumni 212

Ilustrasi

Oleh : Eyang Judiarso

Mungkin di antara cucu-cucu eyang ada yang bertanya-eyang, pake logika yang bagaimana kok eyang bikin judul status yang kurang nyaman jika dibaca para alumni 212 maupun pendukungnya. Ga usah kawatir, cu. Ga usah diminta pun eyang akan jelaskan logikanya bagaimana.

Begini...

Ga jelas sekolah dimana tau-tau disebut alumni. Itulah alumni 212, alumni yang katanya bela islam. Setelah dibilang alumni, kenapa malah ada yg kena kasus korupsi? Yang paling gress ada yang baru-baru ini keciduk gara-gara nyabu. Apakah ini pertanda Allah tidak ridha dengan aksi bela agama versi alumni 212 sehingga Allah bukakan aibnya satu persatu? Anggota alumni 212 yang lain kenapa tidak ada komentar ketika mendengar sesama alumni 212 berbuat menyimpang dari ajaran agamanya?

Jika Allah memang tidak ridha aksi bela islam ala alumni 212 yang penuh dengan tipu daya tapi masih tetap melanjutkan aksinya, bukan tidak mungkin Allah akan membukakan aib alumni 212 yang lainnya juga. Bisa jadi menuduh Ahok penista agama tanpa tabayyun padahal tidak jelas letak menista agamanya dimana sudah cukup membuat Allah murka, apalagi ditambah Habib Rizieq yang jelas-jelas menista agama kristen dianggap alumni 212 sama sekali bukan penista agama. Salah satu hal yang sangat penting untuk dicermati adalah sikap alumni terhadap al-qur'an surat al-maidah. Kenapa mereka fokus terhadap surat al-maidah 51, sementara di surat yang sama ada ayat ke 8 yang seharusnya mereka jadikan petunjuk tapi secara kasat mata mereka kesampingkan begitu saja?

Tafsir surat al-maidah ayat 51 mereka paksakan untuk ditelan umat islam sebagai larangan Allah kepada muslim untuk menjadikan non muslim sebagai pemimpin, padahal banyak ahli tafsir yang tidak sependapat dengan tafsir versi mereka. Patut disayangkan mereka tidak mau tahu. Mereka tetap merasa benar sehingga tidak mau menghargai pendapat yang berbeda.

Karena pemaksaan opini mereka itu dipropagandakan secara gencar hanya pada masa pilgub DKI, bisa disimpulkan bahwa propaganda itu ditujukan untuk menyingkirkan Ahok belaka, bukan untuk bela islam secara murni. Ini adalah fakta yang diperkuat alasan lain yaitu ayat al-maidah yang lain yaitu ayat ke 8 yang secara tegas mengajarkan keadilan nampak jelas tidak dijadikan petunjuk.

Bagaimana mau disebut petunjuk bagi alumni 212 sementara fakta di lapangan menjelaskan bahwa Ahok yang tidak bermaksud menista agama islam mereka tuduh penista agama tanpa tabayyun dengan Ahok bahkan Habib Rizieq sampai berorasi dengan nyanyian Ayo bunuh Ahok, sementara Habib Rizieq yang jelas-jelas mengolok-olok ajaran kristen dengan kalimat "Kalau tuhan beranak bidannya siapa" mereka anggap tidak perlu disebut penistaan terhadap agama? Jika ada yang bertanya, "Adilkah yang begini ini?", tentu orang yang masih sehat akal dan nuraninya akan menjawab tidak adil.

Jika eyang yang ditanya begitu, eyang malah menjawab sangat tidak adil. Tidak adilnya tidak hanya sebatas cara alumni 212 dalam hal memperlakukan Ahok yang non muslim dengan Habib Rizieq yang muslim, tapi juga cara mereka memperlakukan ayat alquran khususnya surat almaidah yaitu al-maidah : 51 dengan al-maidah :8. Mereka menganggap al-maidah 51 sbg petunjuk, smtr al-maidah : 8 tidak mau dijadikan petunjuk. Sampai disini eyang rasa sudah jelas sehingga tidak perlu lagi mempertanyakan alasan logisnya bagaimana terkait judul tulisan ini.

Sekarang gantian eyang mau nanya sama kalian. Ada yang nggak beres dengan logika eyang..?

Sumber : Status Facebook Eyang Judiarso

Sunday, February 18, 2018 - 19:15
Kategori Rubrik: