Jangan Pecat Enzo

ilustrasi

Oleh : Otto Rajasa

Enzo masih muda. Mungkin dulu Enzo pernah menjadi simpatisan HTI sebagaimana jutaan WNI muslim lainnya sebelum HTI dibubarkan. Ibarat orang berjalan Enzo pernah tersesat.

Kalau ada orang tersesat jangan justru didorong masuk jurang tetapi tunjukkan jalan yg benar. Panggil Enzo dan ibunya. Ajak diskusi dari hati ke hati. Tentu mesti dilakukan oleh tim ahli. Bagaimana pemahaman mereka tentang nasionalisme, Pancasila dan khilafah wajib digali. Apabila dari in depth interview tsb memang terbukti Enzo tak memiliki nasionalisme dan anti Pancasila ya monggo dipecat. Tetapi sebaliknya jika tidak, ya wajib tandatangan pakta integritas. Meskipun dulunya mungkin memang simpatisan HTI!

Memecat itu mesti pake aturan. Kecuali kl memang ada aturan : PNS/TNI/Polri ex simpatisan HTI dan ex anggota HTI wajib dipecat maka pemecatan Enzo cacat hukum alias sewenang-wenang. Sebaliknya apabila aturan itu telah ada semenjak dilarangnya HTI di Indonesia maka kita harus adil : sisir semua PNS/TNI/Polri yg ex simpatisan atau ex anggota HTI juga wajib dipecat semua tanpa terkecuali!

Jangan hanya pecat Enzo anak muda yg masih bisa dididik dan dibentuk itu! Manusia itu berubah lo! Salah satu yg merubah manusia adalah pengetahuan. Pengetahuan diperoleh salah satunya dari pendidikan.

Meski agnos tetapi saya setuju ayat berikut :

"Hai kaum beriman, janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu tidak berbuat adil! Adillah karena itu lebih dekat pada taqwa!"

(QS Al-Maidah ayat 8)

Aku ingat salah satu dialog sebuah film ada sebuah pertanyaan menggelitik : "Jika kamu ketemu Hitter kecil, apa yg akan kamu lakukan, membunuhnya atau tidak? Sedangkan kamu tau setelah besar nanti Hittler akan menjadi diktator pembunuh maniak dg korban puluhan juta dan porak-porandanya puluhan negara?

Kalau nabi Khizir pasti sudah dibunuh tuh Hittler kecil. Diprekes lehernya sekali putar. Tetapi aku lebih setuju Hittler kecil jangan dibunuh. Tetapi didatangi, dicintai, disayangi, diajak diskusi, dimulai dari apa yg Hittler kecil ketahui. Cinta, rasa sayang dan obrolan/diskusi yg baik seringkali merubah karakter seseorang.

Saya percaya itu!
Selalu ada kesempatan kedua bagi tiap orang!

Sumber : Status Facebook Otto Rajasa

Thursday, August 8, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: