Jangan Panik Virus Corona

ilustrasi

Oleh : dr Mardi Susanto SPKJ

Jangan Panik. Berikut fakta kesimpulan tentang Corona Virus dari sumber2 yang didapat selama ini, baik berita resmi, jurnal kesehatan, analisa empiris, medis atau non medis dalam selang 2 bulan.

Fakta 1
Virus ini menular lewat cairan tubuh dan bersin penderita, itu betul. Pemakaian masker untuk pencegahan terpapar sudah benar, hand sanitizer, lebih rajin cuci tangan, dan menjaga kebersihan tubuh sudah benar. Teruskan.

Fakta 2
Virus tidak tahan sinar matahari, itu benar, tidak hanya corona, tapi hampir semua virus dan bakteri tidak kuat sinar UV dari matahari dan suhu diatas 50 celsius. Lebih seringlah berjemur matahari, kita bersyukur karena Indonesia selalu disinari matahari, kecuali di musim hujan dan Maret adalah akhir musim hujan dan matahari akan kembali rajin menyapa Indonesia. But anyway, jika tidak pakai pelindung lebih baik hindari dulu keramaian dan khususnya di ruangan tertutup. Memutus mata rantai penyebaran virus dengan pelindung, mengurangi aktivitas dan interaksi di ruang publik sementara ini adalah cara paling baik.

Fakta 3
Virus sulit menginfeksi orang dengan daya tahan tubuh baik. Ini benar. Rajin2lah olahraga, konsumsi makanan sehat, vitamin, protein dll. Tambahkan konsumsi suplemen murah meriah penolak virus seperti sari kunyit, temulawak, jahe, jinten, sirih, VCO dll. Kita bersyukur rempah2 obat dan makanan Indonesia kaya dengan senyawa2 penolak virus ini, mudah didapat atau bisa tanam sendiri.

Fakta 4
Selalu berdoa, pandemi (wabah dunia) virus Flu Spanyol pernah terjadi di dunia 100 tahun lalu, menginfeksi 500juta orang dan menewaskan 40juta orang di seluruh dunia. Tingkat kematian dan penularan begitu tinggi pada masa itu karena sulitnya informasi dan tidak ada cara penanganan yang tepat, fasilitas kesehatan, obat2an dan teknologi belum semaju sekarang. Saat ini komunikasi dan informasi sudah terbuka dan kita bisa dengan cepat mengantisipasi, memutus mata rantai penularan dan bisa secara mandiri atau berkelompok bertindak untuk mencegah bahkan mengobatinya. Ada harapan besar kita pada obat2 herbal Indonesia seperti di atas.

Fakta 5
Virus corona sama seperti penyakit lain, mematikan pada pasien2 yang kondisinya lemah, dari statistik level kematian diamati tinggi pada usia lanjut dan orang dengan riwayat penyakit berat, misal jantung coroner, hipertensi dan diabetes akut. Tingkat kematian oleh virus corona juga masih dibawah penyakit lain, maksimal 3,5 sd 4 persen, dari 80.000 orang terinfeksi di China, kematian adalah 2800 jiwa, jauh lebih rendah dari SARS, Ebola, Flu Burung bahkan virus dengue atau demam berdarah.

Kesimpulannya
Jangan panik, rush, menumpuk bahan makanan dan lainnya karena hanya akan membuat fisik dan mental kita dan orang lain drop. Ingat, penyakit apa pun akan lebih mudah menyerang orang yang stress dan penuh ketakutan karena sistem imunnya akan melemah, sementara orang yang mampu tenang, kontrol dirinya bisa memproduksi enzim dan zat immunitas dgn lebih baik.

Mari hadapi pengumuman resmi pemerintah ini dengan cara yang lebih baik, lebih dewasa, lebih beriman pada Tuhan sesuai agama dan keyakinan masing masing, mungkin semua ini supaya kita lebih peduli sesama, menghilangkan sifat egois dan sombong kita, sifat arogan, terlalu yakin pada kemampuan manusia, kemampuan materi, ekonomi, ilmu, teknologi, politik, senjata, kekuatan militer dan sebagainya. Membuat kita lebih peduli pada kesehatan diri sendiri dan lingkungan, lebih higienis, dan menjalankan pola hidup sehat.

Wabah global ini tentu bisa berlalu dengan ijin Tuhan dan kerjasama semua manusia yg lebih baik, pada akhirnya akan melahirkan manusia2 yang jauh lebih humble, peduli pada semua manusia lain, tanpa sekat ras, kelas ekonomi, agama, negara dll karena terbukti negara maju saja belum bisa menemukan vaksinnya, paling tidak untuk selang beberapa waktu ini.

Ras manusia sejatinya adalah satu dan wabah virus corona adalah tantangan bersama, mungkin ini adalah cara untuk semua isi bumi kembali bersatu dan melupakan semua perbedaan, tidak serakah, saling menindas, berperang, bersengketa dan merusak alam

Sumber : Status Facebook Mardi Susanto, Dr SpKJ

Tuesday, March 3, 2020 - 07:45
Kategori Rubrik: