Jangan Ngurus Bangke

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Saya nggak kuat ngikuti langkah kuda Pak Jokowi, kadang bidaknya dia majukan, tapi menteri yg jelas bisa makan benteng dia tahan, malah kudanya dia tarik ke belakang karena yg di incar bukan banyaknya lawan bisa di makan, melainkan bgmn skak mat di lakukan utk menyudahi permainan.

Saya yakin jutaan kepala panas melihat Anies yg mengoyak Jakarta didepan mata, kok kesannya istana tak berdaya, tapi setelah terselip ucapan Pak Jokowi dgn prioritas ekonomi, saya jd kembali mengkaji langkahnya selama ini. 

 

Priode awal dia memimpin Indonesia fokusnya infrastruktur, sampai ada mulut prempuan murah di parlemen yg mengatakan bhw rakyat gak makan aspal alias tak butuh infrastruktur. Pak Jokowi jalan kedepan, hasilnya jalan terhampar dari Aceh ke Papua. Ribuan km jalan tol tersambung membuat orang mudah kemana-mana, kawan saya dari Sidoarjo bisa hanya mau makan tengkleng kambing pergi ke Solo pp, itulah fakta bhw aspal bisa membuat kita mudah, makan di Solo kencing di Sidoarjo dalam hitungan jam saja.

Sekarang Pak Jokowi sedang menggarap gravitasi ekonomi baru di Timur Indonesia bersamaan dgn perpindahan IKN ke Kaltim. Dia jual isu itu dgn nyata, investor bakal banyak ke Indonesia, kenapa, karena mereka percaya bhw Pak Jokowi bukan terbiasa cuma main mata, melainkan dia petarung sekaligus pekerja. Dalam ukuran hasil kerjanya Mahatir telah mengakui bhw selama 17 thn mereka mengungguli Indonesia baru kali ini dan kedepan Malaysia akan berat mengejar Indonesia. Tahun 2019 dan sekarang bahkam 3 tahun ke depan kata para orang pintar adalah tahun kelesuan ekonomi dunia, Indonesia tumbuh 5,02%, walau turun dari 5,17% pencapaian tahun 2018. Sementara Malaysia hanya tumbuh 4,3%, ini yg membuat Mahattir berkeringat menghadapi Jokowi. So, begitu banyak kerjaan yg harus di fokuskan agar negara aman, ekonomi mapan, dan rakyatnya nyaman. Jokowi bukan tidak perduli urusan yg lainnya dari mulai Monas sampai IMB gereja, dia sudah minta menterinya utk urusan yg bersifat sektoral agar dia bisa berfokus pada yg berefek lebih luas.

Tontonan kita atas prilaku tak bermutu dari seorang gubernur adalah pertunjukan sementara, Jokowi sedang menarik kudanya bkn utk sekedar makan menteri, dia sedang meyiapkan langkah mundur tidak melahap tapi sy yakin bahwa Jokowi akan men skak mat siapa saja yg mencoba merusak Indonesia, stlh ekonomi di benahi. 

Tapi sambil menunggu kita tetap hrs mengkritisi kebijakan Jokowi yg di rasa memang pantas di kritisi tapi gak pakai caci maki. 

Kritis itu memberi solusi bukan hanya ceriwis tak berisi, jgn nanti cuma seperti Ridwan Saidi, dia ceriwis kepada orang Ciamis, bentar lagi dia di garap polisi.

Kita hrs optimis bersama Jokowi, dan boleh kritis utk yg bisa memberi solusi sambil mengamati bila ada kuda troya nyusup ke istana. 

Bagaimana 2024 tanya teman saya, ah..biar saja dululah, nanti kan muncul siapa pengabdi dan siapa pencuri, siapa yg punya kapasitas dan siapa yg cuma seneng pakai jas.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Monday, February 17, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: