Jangan Menyebut Mereka Srikandi

Oleh : Gus Bin

Banyak yang mengira bahwa Srikandhi adalah pejuang wanita yang hebat dan sakti mandraguna..

karena itu banyak wanita yang berprestasi kemudian dijuluki sebagai srikandhi-srikandhi indonesia..
Susi Susanti Srikandhi Bulutangkis, Sri Mulyani Srikandhi Ekonomi, Susi Pudjiastuti Srikandhi Maritim dll..

bagi yang gemar memperhatikan wayang dan Mahabharata, pasti paham benar bahwa tokoh Srikandhi itu muncul sebagai ketetapan takdir untuk menggenapi karma Rsi Bhisma..

pada masa mudanya, Rsi Bhisma pernah terlanjur berjanji pada ayahnya, untuk tidak menuntut tahta sebagai Raja di Hastinapura, manakala Prabu Santanu,ayahandanya ingin menikah lagi dengan Satyawati, yang mengajukan syarat bahwa keturunannya kelak harus jadi penerus kerajaan..

janji sudah diucapkan..

singkat cerita, seorang perempuan cantik bernama Dewi Amba jatuh cinta setengah mati terkintil-kintil dan terkiwir-kiwir (halah) oleh kegagahan dan kharisma Dewabrata, nama muda Rsi Bhisma..

tentu saja mengingat sumpahnya, Rsi Bhisma menolak Dewi Amba.. 
Bhisma khawatir kelak anak cucunya akan menuntut tahta Hastina..

ada versi kisah dimana Dewi Amba yang tertolak akhirnya mencari pusaka Puspamala yang bisa membunuh Bhisma, namun tidak ada assassin yang mau melakukannya.. dibuanglah Puspamala itu ke atas pintu gerbang kerajaan.. Dewi Amba menyendiri sampai tua dan meninggal..

versi kedua lebih dramatis, Dewi Amba yang ngeyel mengajak Rsi Bhisma untuk menikah, ditakut-takuti Bhisma muda dengan menarik anak panah dan busurnya.. dia lupa, bahwa sebagai orang sakti, panah yang terlanjur ditarik akan melesat ke target, kemanapun diarahkannya.. walhasil tewaslah Dewi Amba..

versi pertama dan kedua tadi bertemu lagi, manakala reinkarnasi Dewi Amba menitis ke Srikandhi..

versinya juga banyak, antara lain lahir sebagai wanita tulen yang ketika remaja berganti kelamin (waduh) dengan seorang Yaksa, atau terlahir sebagai laki-laki yang keperempuan-perempuanan.. semacam waria, atau wandu, atau bencong..

mengapa harus "dipaksakan" plot cerita sebagai pria, karena ada hubungannya dengan Rsi Bhisma di akhir pertempuran BharataYudha..

Rsi Bhisma yang terkenal setia, hebat, sakti, baik hati, tidak sombong, dan tawaddu' itu, diberikan keleluasaan oleh para Dewata untuk menentukan saat kematiannya sendiri..

sayangnya, ketika BharataYudha terjadi, Rsi Bhisma yang merupakan Mahasenapati Hastina, harus melakukan belanegara atas nama Hastina di Pihak Kurawa melawan para cucu keponakannya sendiri dari kubu Pandawa..

Singkat cerita, dalam perang BharataYudha, Rsi Bhisma tidak pernah terkalahkan dalam setiap duel.. 
tetapi memberikan clue/petunjuk bahwa dia tidak akan melayani duel dengan wanita..

maka ditunjuklah Srikandhi yang kewanita-wanitaan untuk menjadi sais/pengemudi Kereta Kencana Arjuna..

Pada encounter pertama dengan Srikandhi tersebut perasaan Rsi Bhisma berkecamuk hebat.. 
panah-panah Arjuna ditahan semua dengan aji-aji dan panah-panah Bhisma, sampai Arjuna kehabisan senjata..

maka majulah Srikandhi menantang duel..

Rsi Bhisma yang sudah bersumpah tidak akan mengangkat senjata melawan wanita, menurunkan busurnya.. 
maka panah-panah Srikandhi melesat menggenapi takdir Bhisma, menembus tubuhnya, hingga terhempas jatuh, tanpa menyentuh tanah karenatertahan ujung panah Srikandhi yang menembus tubuhnya..

pun hingga akhir perang BharataYudha, Rsi Bhisma belum meninggal, karena ingin menyaksikan akhir perang yang diprediksinya akan dimenangkan Pandawa..

pertanyaan, mengapa tokoh Srikandhi harus di-forced-plot menjadi laki-laki?
jawabnya adalah karena Rsi Bhisma itu dihormati di dunia dan khayangan.. Mungkin dalangnya berpendapat, seorang ksatria sejati tidak boleh mati tua, dia harus mati di medan laga, oleh sesama laki-laki..

Jadi, Srikandhi itu bukan wanita halus seperti yang ada di benak sebagian besar masyarakat Indonesia..

sehingga ketika kemarin ada yang mengomentari trio wanita hebat RetnoMarsudi - SusiPudjiastuti - SriMulyani sebagai Srikandhi dalam Kabinet Kerja Jokowi, saya agak terganggu..

kalau Ratna Sarumpaet boleh lah..

Sumber : Status Facebook Gus Bin

Saturday, August 10, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: