by

Jangan Menidurkan Akal Sehat

Oleh : Arif Hidayat

Keputusan MK terjadi pro dan kontra. Sudah mesti yang mendukung dari kalangan pendukung Prabowo. Bahkan menggunakan berbagai argumen untuk menjadikan itu hal wajar dan tidak ada masalah. Seperti banyak tokoh muda yang memiliki Prestasi, menjegal maju kontestasi, ataupun apa yang ditakutkan dengan sesosok Gibran.

Kita bukan takut, bukan meremehkan anak muda, ataupun menjegal. Kita secara tegas menegakkan konstitusi, menjaga demokrasi, melarang praktik KKN, dan terpenting akal sehat masyarakat tidak dimatikan. Sebab penggunaan akal pikiran akan membawa kemajuan lebih cepat, bukan menjadikan manusia sebagai robot.

Terlebih masyarakat seluruh Indonesia sudah tahu dengan jelas bahwa keputusan MKMK sudah menetapkan Anwar Usman melakukan pelanggaran kode etik berat. Jadi sudah wajar kalau masyarakat menilai hasil MK salah kaprah.

Sudah banyak survei ataupun lewat pergerakan mahasiswa menolak politik dinasti ataupun keputusan MK. Ini sangat jelas suara anak muda, apa tidak dianggap sebagai rakyat. Makanya aspirasi mereka diabaikan sendiri. Bahkan sampai ada intimidasi untuk membuat mereka tidak bersuara kembali.

Baru sekedar calon saja, sudah tidak mendengarkan suara rakyat. Bagaimana bisa menjadi pemimpin yang mendengarkan aspirasi warga ataupun kritik dari masyarakat? Silakan netizen menilai sendiri.

Untuk pendukung Prabowo-Gibran maupun mereka sendiri, jangan menuduhi kami sebagai penakut atas kritikan kami terhadap putusan MK. Ini sudah menjadi rahasia umum keputusannya sudah melanggar etik berat. Kalau kalian tidak merasa malu dan bersalah, itu hakmu. Dan kita sendiri juga memiliki hak untuk bersuara untuk mengatakan salah dan benar, supaya akal sehat masyarakat tidak mati.

Apa berani kubu Prabowo-Gibran mengatakan benar dan salah terhadap keputusan MK? Mereka yag dulunya menentang keputusan MK saja diam seribu bahasa, seperti Yusril maupun SBY. Sudah jelas kan, kalau hasil gugatan usia capres/cawapres memiliki cacat hukum.

Aku tidak bicara dengan kalian yang tidak memiliki hati nurani atau akal sehat. Karena mau diberitahukan apapun tetap tidak akan masuk. Sebab hatinya sudah tertutup dengan kepentingan pribadi ataupun golongannya. Bahkan dalam al-Quran saja banyak sekali menerangkan ayat tentang mereka tuli, bisu, dan buta terhadap kebenaran, selamanya akan tetap menolak.

Apa kubu Prabowo-Gibran tidak ada diksi selain takut dan jegal. Tindakan kami hanya tegas untuk menjaga akal sehat masyarakat, bukan mengaburkan kesalahan seperti kalian.

Tidak perlu panjang lebar lagi, aku sedikit ada pantun untuk semuanya. Semoga saja semua bisa berpegang teguh dalam penggunaan akal sehat dalam segala hal. Kurang lebih seperti ini :

Pandai pikir, tajam akal
Panduan hidup, akal sehat jadi modal
Bijaksana dalam setiap hal
Akal sehat, jadi pemandu dalam segala hal

Ini bukan soal mendukung siapa. Hanya satu harapanku, kalian boleh menggunakan apa saja untuk memperlihatkan keunggulan. Akan tetapi jangan sampai membuat akal sehat masyarakat mati. Apalagi terbunuhnya pemikiran akibat kepentingan pribadi. Itu sebuah kekonyolan yang sangat parah.

Sumber : Status Facebook Arif Hidayat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed