Jangan Menghina Musibah yang Menimpa Orang

ilustrasi
Oleh : Purwadi Sanen Ajh
jangan menghina musibah yang menimpa seseorang. Mungkin musibahnya itu sebagai asbab bagi kemuliaannya.
Ad dunya darul asbab, dunia adalah rumah asbab.
Kullu sai’in sababa, apapun yang terjadi mesti ada sebabnya.
Apapun yang akan terjadi, didahului dengan asbab.
Alloh bungkus kebijakan-Nya dengan hukum kausalitas.
Karena ada sebab, maka ada akibat.
Ada akibat, karena ada sebab.
- Alloh selalu ingin mengangkat derajat hamba.
Bila nilai amal belum memenuhi syarat untuk angkat derajat.
Maka Alloh timpakan musibah, sebagai asbab angkat derajat.
Setelah lulus ujian musibah, Alloh akan muliakan mereka
- Alloh selalu ingin melihat hamba-Nya berhasil.
Bila nilai ibadah belum cukup untuk sebuah keberhasilan.
Maka Alloh timpakan musibah, sebagai asbab keberhasilan.
Setelah lulus ujian, Alloh jadikan hidupnya penuh keberhasilan.
- Alloh selalu ingin hamba-Nya selalu bersih dan suci.
Ada dosa yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan taubat.
Dosa itu hanya bisa dibersihkan dengan ujian atau musibah.
Setelah lulus ujian musibah, Alloh jadikan dia bersih kembali.
Renungan:
Banyak orang yang memandang rendah pada orang yang sakit berat sebelum kematiannya. Padahal sakitnya itu sebagi kifarat atas dosa-dosanya. Sakitnya sebagai penebus atas dosa-dosanya. Sakitnya sebagi pembersih atas dosa-dosanya. Alloh bersihkan dosa-dosanya dengan sakitnya. Sehingga dia menghadap Alloh sudah dalam keadaan bersih, dan sudah dalam keadaan suciii..
Sumber : Status Facebook Purwadi Sanen Ajh
Thursday, January 28, 2021 - 10:15
Kategori Rubrik: