Jangan Malu Belajar dari Surabaya

Oleh: Wahyu Sutono

 

Wacana yang dikembangkan oleh DPRD DKI Jakarta dengan meminta bantuan atau mendatangkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini terkesan cara yang baik dan cerdas, padahal ini justru sebaliknya. Beda halnya bila didatangkannya pada tahun 2022 saat Pilkada DKI Jakarta, agar bisa mengalahkan Anies Baswedan.

Bila saat ini didatangkan untuk membantu carut marutnya persoalan sampah Jakarta tentulah ada 2 kerugian. Pertama Risma harus meninggalkan aktifitas rutin di Surabaya yang tentulah tidak sedikit. Kedua, bagi Anies sendiri seolah seperti yang disuapin dan tinggal terima bersihnya. Lalu kapan berkaryanya?

 

Yang bijaksana itu, Anies Baswedan harus melepas rasa malu dan gengsinya untuk bersedia datang ke Surabaya dan Banyuwangi. Di dua kota itu nantinya bukan hanya belajar bagaimana caranya mengolah sampah, juga bagaimana menata kota agar bersih dan rapiih. Selain itu juga bisa belajar bagaimana meningkatkan pariwisata, dan lainnya.

DPRD selain berfungsi legeslasi dan anggaran, juga bertugas sebagai fungsi kontrol eksekutif. Jadi undanglah sang gubernur untuk mendapat arahan yang memang sudah sepatutnya dilakukan. Sehingga apa yang disebut maju kotanya dan bahagia warganya bukan sekedar jargon dan bumbu retorika yang usang.

Begitu lo mas-mas dan mbak-mbak para wakil rakyat.. 

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Monday, July 29, 2019 - 20:15
Kategori Rubrik: