Jangan Lupa Kalau Umat Islam Berhutang Budi Kepada Ahok

Oleh : Ibnu Said

Umat Islam berhutang budi kepada Ahok. Selama menjadi pejabat publik, Ahok telah banyak membuat kebijakan untuk kesejahteraan umat Islam. Ia membangun masjid dan musholla, mengumrohkan marbot masjid, dan peduli pembangunan lembaga-lembaga pendidikan Islam. Bahkan berkat Ahok, dalam waktu dekat ini, Jakarta akan memiliki Masjid Raya pertama yang diberi nama masjid KH. Hasyim Asyari.

Peduli Islam

Berbagai kebijakannya membuktikan bahwa Ahok sangat peduli umat Islam. Sebelum menjadi pejabat publik, Ahok kerap menyumbang pembangunan masjid di Belitung Timur. Kebiasaan itu ia teruskan baik saat menjadi anggota DPRD maupun sebagai Bupati Belitung Timur. Selama menjadi pejabat publik, Ahok selalu menerapkan program pembangunan masjid, musholla, dan pesantren.

Setiap tahun, Ahok menyisahkan penghasilannya 2,5 % untuk disedekahkan kepada orang-orang tidak mampu yang dalam Islam dikenal apa yang disebut Zakat, termasuk menyerahkan hewan qurban atau bantuan daging di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Ahok juga membuat kebijakan untuk memberi honor guru ngaji, penjaga masjid (marbot) dan penjaga makam. Perbuatan amal baik ini ia teruskan sampai menjadi anggota DPR RI hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Selama menjadi Gubernur, Ahok membuat kebijakan di bulan suci Ramadhan bagi para PNS dan honerer bisa pulang lebih awal dari hari-hari biasa. Semua itu ia lakukan agar umat Islam dapat berbuka puasa bersama keluarga di rumah, sholat maghrib berjamaah dan bisa berkumpul bersama keluarga.

Ia mengumrohkan para marbot dan penjaga makam. Program ini dimulai sejak 2014 di bawah kepemimpinan Ahok. Menurut Ahok, marbot adalah pekerjaan mulia karena mereka merupakan duta masjid yang bisa menarik orang agar datang ke masjid, maka mereka harus diapresiasi dengan mengumrohkannya ke tanah suci, terutama bagi marbot yang sudah berusia lanjut dan telah lama mengabdi di masjid atau musholla.

Pada tahun 2014, Ahok mengumrohkan 30 marbot, tahun berikutnya ditambah kuota menjadi 40 orang dan tahun 2016 menjadi 50 orang. Pemprov DKI mengeluarkan anggaran Rp. 11 miliar untuk membiayai umroh dan memberi honor kepada marbot serta berbagai kegiatan di masjid.

Ahok juga memberi Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk sekolah madrasah dan para guru dengan anggaran 2.5 trilliun. Hal ini ia lakukan agar gaji guru madrasah yang selama ini berasal dari biaya SPP murid dapat bertambah. Ahok juga bertekad menjadikan Jakarta Islamic Center (JIC) sebagai salah satu destinasi wisata religi milik Pemprov DKI Jakarta dengan harapan banyak orang yang nanti bisa belajar Islam di JIC.

Ahok telah menorehkan sejarah emas bagi umat Islam di Jakarta dengan membangun beberapa masjid megah. Padahal, sebelumnya Pemprov DKI tidak memiliki satu pun masjid raya, karena masjid Istiqlal, masjid At-Tin dan masjid Sunda Kelapa bukan milik Pemprov DKI Jakarta. Di antara masjid yang dibangun Ahok adalah masjid Fatahillah di Balai Kota, Masjid Agung di Daan Mogot.

Ia juga membangun puluhan masjid di setiap rusun-rusun yang dibangun pemprov. Selain itu Ahok juga membangun musholla untuk setiap Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA). Ia memberi bantuan ke masjid-masjid, musholla dan majelis taklim. Ahok bertekad akan terus membangun dan memperluas masjid di Jakarta dengan cara membeli lahan yang ada di sekitar masjid.

Ahok berharap dapat melaksanakan amanah orang tua dan orang tua angkatnya untuk melanjutkan tugasnya sebagai Gubernur di periode yang akan datang, sehingga cita-cita Ahok untuk memamkmurkan umat Islam di Jakarta, bahkan di Indonesia dapat terwujud. Karena menurut Ahok, membangun masjid adalah bagian dari membangun jati diri umat.

Berbanding balik

Sayangnya, kenyataan berbanding terbalik. Sebagian umat Islam ada yang menganggap Ahok telah menista Agama. Stigma negatif terhadap Ahok terlanjur buruk karena provokasi kebencian dan kabar hoaks yang disebarkan melalui media sosial sangat masif. Berbagai tanggapan keras berupa hujatan, makian dan demonstrasi masih kerap terjadi

Padahal apa yang telah dilakukan Ahok baik sebelum maupun selama menjadi pejabat publik telah memakmurkan umat Islam. Kita sebagai umat Islam berhutang budi kepada Ahok. Penggiringan opini bahwa Ahok telah menista agama adalah upaya kelompok fundamentalis-radikalis untuk membenturkan muslim dan non-muslim. Jangan sampai emosi kita dibenturkan dengan kabar-kabar hoaks sehingga kita melupakan jasa besar Ahok untuk umat Islam. **

Sumber : qureta

Sunday, March 26, 2017 - 11:00
Kategori Rubrik: