Jangan Fitnah, Bukan Gue yang Kentut

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Siapapun yang mendengar lagu Hashem Melech yang dinyanyikan band asal Israel Gad Elbaz, lalu membandingkan dengan lagu kampanye Anies-Sandi, pasti berkesimpulan bahwa kedua lagu itu mirip, bahkan sama persis. Hanya diubah liriknya saja.

Gad Elbaz merilis Hashem Melech (Tuhan adalah Raja) versi 0.1 pada 2013. Pada 2016 mereka meremark lagu yang sama berkolaborasi dengan penyanyi rap Nissim. Lagu ini sendiri adalah aransemen ulang dari lagu berbahasa Perancis C’est la vie, yang diedarkan pada 2012. Itu dijelaskan pada cover Hashem Melech versi 0.1.

Sukar dibantah bahwa lagu kampanye Anies-Sandi memang mengambil jiplakan dari lagu yang lebih dulu beredar tersebut. Entah dari versi Perancis atau dari versi Ibrani (Yahudi). Dan sampai sekarang tidak ada klarifikasi dari Anies-Sandi apakah mereka mencuri hak cipta orang begitu saja secara serampangan. Atau membeli secara resmi.

 

Melihat bantahan dari tim sukses Anies-Sandi jelas tidak diakui lagu itu menjiplak dari mana-mana. "Tidak mungkin lagu Kobarkan Semangat Indonesia menjiplak lagu band Israel, karena lagu Kobarkan Semangat Indonesia diterbitkan lebih dulu yaitu pada April 2014 sedangkan lagu band Israel baru diterbitkan Januari 2016," ujar Tim Anies-Sandi seperti dikutip brilio.net dari laman Jakarta Maju Bersama, Jumat (7/4).

Padahal Hashem Melech versi 0.1 diedarkan 2013.

Artinya, meski bukti video menunjukan kemiripan musikal yang hampir 100% (kecuali lirik), tapi PKS tidak mau mengakui bahwa mereka menjiplak lagu tersebut dari penyanyi lain. Saya rasa kesalahan terbesar bantahan ini karena mereka tidak sadar dunia sudah begitu berubah.

Data digital dapat ditelusuri dengan mudah. Orang bisa membandingkan setiap karya, juga urutan waktunya. Semudah itulah untuk membuktikan siapa menjipkak siapa. Siapa yang pencuri, siapa yang dicuri.

Yang seru adalah bantahan dari pendukungnya. "Ini bukan meniru dari lagu Yahudi Hashem Melech. Ini meniru dari C’est la vie yang dinyanyikan Khaled. Jangan suka memfitnah, deh," ujar mereka bangga.

Meskipun karena Hashem Melech dan C’est la vie diedarkan terlebih dahulu dibanding lagu Anies-Sandi susah juga membuktikan mereka meniru dari lagu yang mana. Tapi setidaknya argumen pendukungnya yang bangga mereka meniru dari C’est la vie, menandakan bahwa mereka memang meniru. Mencuri hak cipta orang lain.

Dengan bantahan lucu ini, saya jadi ingat sebuah kisah.

Seorang pencuri memasuki rumah pasangan pengantin baru lewat jendela. Dia ingin menggasak perhiasan yang ada di kamar pengantin. Saat sedang asyik beraksi, tiba-tiba pasngan pengantin itu masuk ke kamar.

Karena takut ketahuan, pencuri itu ngumpet di kolong tempat tidur. Sementara pasangan asmara itu tidak sadar. Di atas tempat tidur mereka asyik saling merayu. Tiba-tiba tercium bau tidak sedap.

"Sayang, kamu kentut, ya,?" tanya istrinya manja.
"Enggak. Kamu kali yang kentut. Kan biasanya kamu yang kentutnya gak bunyi.
"Ihhh, enak aja. Aku gak kentut kok..."
"Ya, sudah, jangan pikirin bau kentutnya. Aku gak kentut, kamu juga gak. Mungkin maling kali yang kentut," timpal suaminya. Dia tidak mau malam yang indah itu dihabiskan untuk membahas kentut. Diapun meneruskan aktifitas pengantin barunya.

Tiba-tiba dari kolong tempat tidur, muncul sesosok lelaki marah-marah pada kedua pasangan itu.

"Eh, jangan fitnah orang sembarangan, ya. Gue emang maling. Tapi bukan gue yang kentut!"

(www.ekokuntadhi.com)

Saturday, April 8, 2017 - 23:00
Kategori Rubrik: