Jangan Buang Energi Buat ASU

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Menjelang pelantikan Gub DKI terpilih yg jalannya penuh liku dan lucu. Ramai lagi karangan bunga ucapan terima kasih kpd 3 Gub DKI dlm 1 priode, Jokowi, Ahok dan Djarot. Jakarta menjadi istimewa krn dlm 1 priode pemerintahan diurus 3 Gub. Yg pertama jd presiden, yg kedua "dimasukkan" penjara, yg ketiga meneruskan diujung sisa waktunya. Penggantinya sdh tertawa walau menangnya dgn cara yg tak biasa.

Rasa kecewa masih ada dari hasil pilkada Jakarta, semua mata dunia pernah tertuju kesana, salah ucap dibilang penistaan, penistaan dibilang pembelaan. Dengan rasa senang mereka bilang menang pdhl kasat mata mereka curang. Dari proses itu sdh dpt ditebak Jakarta dipaksa lepas dari seorang pengabdi diberikan kpd manusia tak berbudi, warga Jakarta terlalu berani berjudi mempertaruhkan hidup dan kenyamanannya kpd penjanji yg bakal lari.

 

 

Sekian jam kedepan akan ada Gubernur tampan yg pernah sopan, kita tdk tau bgmn kedepan, karena sopan santun outputnya banyak yg seluman selumun, semoga saja mereka ingat janjinya dan memperbaiki akhlaknya, bahwa janji itu sakral jgn disangkal.

Energi kita nyaris pupus pasca drama pensiasatan yg kesetanan, hati kita pernah marah karena cara2 yg murah utk merampas sebuah kekuasaan seperti cara penjarah. Luka itu sedikit terbuka pd jam2 terakhir ini, namun harusnya kita dgn sadar dan lebih dewasa bahwa Jakarta adalah ibukota yg harus dijaga, kecewa boleh saja tapi dgn cara yg dilakukan saat puncak pemilihan yg menghempaskan harapan kebaikan diabaikan, saat itu kita telah melakukan tindakan kedewasaan bukan kekanak2an, mengirim karangan bunga, menyalakan lilin, dan tindakan elegan lainnya, sekaligus itu tindakan mempermalukan bagi mereka yg masih punya muka, karena kucingpun mengerti siapa mereka sebenarnya.

Indonesia harus menambah oxygen kebaikan agar makin merata, 2019 didepan mata kita, bhw kunci kelanjutan pembangunan dan revolusi mental masih harus terlaksana, kita harus bersama ada disana, diruang harapan yg sdg dijalankan. Jokowi harus berlanjut sembari mencari penerus agar negeri ini terurus bukan tergerus.

ASU harus memenuhi janji kpd pemilihnya agar mereka tdk kecewa, andai DP 0% tidak bisa jangan pula semuanya jd tdk ada, minimal kalau raut muka sudah tak ada tp dagunya masih bisa berkata, bahwa sebuah janji yg sakral bila tak terbayar bisa membuat terjungkal, apalagi bila dibarengi susut moral tanpa pengendalian akal.

Kita yg sudah siap mental mundur saja sejengkal utk sebuah tujuan yg lebih sakral, agar jgn lagi terpental karena kita lupa bahwa kita dihadapkan pada koloni brutal musuh bangsa berbalut apa saja yg bisa mereka pakai utk membetot sebuah kebajikan sbg landasan kebaikan, mereka tdk menginginkan hal itu berjalan karena memang mereka bukan jenis perawat peradaban, mereka perusak kebersamaan dan keberagaman, mereka bukan kita, kita juga bukan mereka.

# Simpan energi utk kepentingan yg lebih tinggi krn Indonesia sedang uji nyali sekaligus melawan pencuri.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Thursday, October 12, 2017 - 10:45
Kategori Rubrik: