Jangan Bicara Agama Tanpa Ilmu

ilustrasi

Oleh : Muhammad Ma'mun

Di akhir buku tipisnya, Taisir al-Ijtihad, Jalal ad-Din as-Suyuthi wanti-wanti tentang betapa bahayanya bila isu-isu intelektual ditanggapi oleh kaum awam yang nalarnya nggak biasa berpikir rumit dan suka menyederhanakan masalah. Untuk mengilustrasikan soal ini, ia bercerita tentang Kadi Siraj ad-Din al-Himshi.

Katanya, sang kadi kedatangan tamu seorang ahli fikih mazhab Hanafi. Setelah obrolan ngalor-ngidul tentang pelbagai persoalan, kedua ahli fikih beda mazhab ini langsung terlibat dalam perdebatan 'panas' tentang status hukum salat witir. Al-Himshi, sebagai kadi mazhab Syafi'i, berpendapat bahwa salat witir adalah sunnah. Tamunya yang bermazhab Hanafi nggak setuju. Menurutnya, salat witir adalah 'wajib'.

Nah, buat kawan-kawan yang bukan pengkaji usul fikih atau perbandingan mazhab, perlu diketahui bahwa mazhab Hanafi dan Syafi'i punya terminologi beda tentang konsep 'ahkam'. Para ulama Syafi'i membagi hukum menjadi 5: wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram, yang bisa kita terjemahkan menjadi diperintahkan, dianjurkan, diperbolehkan, dibenci, dan dilarang.

Mazhab Hanafi, sementara itu, membagi ahkam menjadi 6: fardu, wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Pembedaan antara fardu dan wajib ini dilatarbelakangi oleh perhatian para ulama Hanafi terhadap status epistemologis hukum yang didasarkan pada hadis yang mutawatir (para penuturnya banyak sekali sehingga mustahil mengalami pemalsuan) dari yang ahad (yang diriwayatkan cuma oleh seorang penutur).

Massa yang awam, tentu tidak mengenal dan tidak mau repot-repot dengan perbedaan terminologis ini. Maka ketika al-Himshi menawarkan kepada sang tamu, "Bolehkah topik diskusi kita saya ceritakan kepada jamaah masjid?" Dan sang tamu mengiyakan, ia langsung berpidato, "Jamaah sekalian, Anda penasaran tentang apa yang kami perdebatkan barusan? Saya berpendapat bahwa Allah hanya mewajibkan 5 kali salat kepada kita. Tapi lelaki ini ingin mewajibkan 6 kali salat kepada kita."

Apa reaksi massa terhadap pidato al-Himshi ini? Mereka langsung panas dan berteriak, "Dasar Syiah!" Nyaris saja ahli fikih mazhab Hanafi ini dilempari batu oleh mereka. Membaca lagi anekdot as-Suyuthi ini sekarang, saya jadi mikir, di zaman medsos ini, padanan dari kata 'awam' kelihatannya adalah 'netizen

Sumber : Status Facebook Muhammad Ma'mun

Friday, September 6, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: