Jangan Berlebihan Dalam Kesibukan Dunia

ilustrasi

Oleh : Purwadi Sanen Ajh

Fenomena yang terjadi :

"Kita ini bro, sibuknya minta ampun. Apalagi yang kantoran, terutama kalau udah pangkatnya tinggi.

Harus rapat, ketemu vendor, ngurusin anak buah. Wah, pokoknya susah mau nyari waktu lowongnya. Kadang malah harus lembur dan mengorbankan waktu libur.

Tapi ya mau gimana lagi, kan resiko pekerjaan.
Makanya kadang buat shalat pun sulit nyari waktunya. Boro-boro tepat waktu, kadang malah harus sejam atau setengah jam sebelum habis waktunya baru bisa shalat. Itu pun harus "fast track", edisi ekspres.. Soalnya masih banyak kerjaan numpuk. Kalau kelamaan, nanti telat rapat atau kerjaannya tertunda. Udah, yang penting kewajibannya gugur.. Yang sunnah mah nanti aja.. Toh tidak dosa..!"

Begitulah sebagian perkataan teman-teman kantoran. Yang katanya harus rapat sana sini dan sibuk mencari waktu luang.

Allah mengingatkan kepada mereka yang masuk di dalam lingkaran fenomena diatas dengan firman-Nya :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Hûd : 15-16)

Semoga kita tidak termasuk yang terlibat di dalam fenomena di atas.

Sumber : Status Facebook Purwadi Sanen Ajh

Thursday, August 13, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: