Jangan Bawa Khilafah ditengah Wabah

ilustrasi

Oleh : Abdulloh Faizin.

Penulis akan mencoba meluruskan logika falacy tentang konsederasi antara khilafah dengan wabah yang pada titik kesimpulan putus atau tidak nyambung. Dengan mendiskripkan klasul rekam zaman dan sejarah kepemimpinan dunia masa lalu yang dianggap khilafah oleh mereka.

Analogi apalagi yang ingin digaungkan penjaja barang basi khilafah ini. Waktunya hati hati dengan ikhtiar melalui segala jalan rasional dan sakral maupun supranatural dengan doa dan lain sebagainya baik lahir maupun batin justru mereka menawarkan silogisme tak masuk akal bahkan irasional yakni " mendiskripkan dan menyimpulkan bahwa khilafah adalah segalanya termasuk solusi dan obat bagi penyakit dan wabah"

Dengan kata lain jika sudah berkhilafah maka akan hilang penyakit dan wabah termasuk Corona. Ini sangat lucu dan ambigu karena diskripsi yang mengaku Gus kiyai atau ustad di meme itu membuat pernyataan yang sama sekali tidak ada konsederasi bahkan kering kausalitas antara khilafah dan wabah. Sanggar menggelikan bagi orang awam akan percaya dengan doktrin bejat ini. Karena sejumlah deretan ketakutan lalu mengaminya.

Perlu kita ketahui sebagian besar persoalan itu ada pengalaman rekam jejak sejarah. Sebagai kiyai dan Ulama kita yang mumpuni dengan berbagai landasan dan literasi menyatakan bahwa wabah covid-19 itu mirip th,aun dan pagebluk sistem penularannya. Walaupun ada perbedaan yang harus di bedakan namun ada kesamaan type serta sistem penulanya yakni dengan durasi yang cepat dan beringas.

Lalu karena kesamaan sistem penularannya serta cara kerjanya maka mereka menganalogikan sama. Jika kesamaan itu terjadi maka implementasi penanggulan juga sama sesuai rekam jejaknya historinya. Karena thaun itu mewabah pada saat kebesaran yang dianggap khilafah Islam dengan tongkat kepemimpinan mulai dari Rasulullah lalu ummar bin Khattab sampai Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu dan Khalifah seterusnya.

Maka yang muncul adalah pertanyaan besar apakah thaun pada saat kepemimpinan para pemimpin khilafah saat itu di wilayahnya kemudian hilang tiba tiba karena khilafahnya. ? Jawabanya tidak itu omong kosong. Mari kita coba membuka sambil nnyantai ngopi. Kebetulan saya punya kitabnya adalah " Nama kitab kitab : Al itsaah Al asyrotissah. Tanda tan akhir zaman oleh Al alim Al allamah Al muhaqqiq. Muhammad bin Rasul Al barzanji alhusni. Ra. Tahun 1040-1103 dan D'Italia oleh muhadis Al allamah Muhammad zakariya alkandzalawi.

Tahap pertama.
Masa Rasulullah : dalam kitab itu diterangkan bahwa wabah penyakit pandemi seperti covid-19 ini sudah mulai Nabi Hijrah tahun ke enam Hijriah. Dan tidak diketahui berapa yang mati. Bahkan pengarang kitab menjelaskan orang muslim tidak ada satupun yang mati.

Tahap kedua
Pada masa Khalifah Sayyidina Ummar bin Khattab. Tahun ke-19 H. Yang meninggal 25 ribu riwayat lain 30 ribu. Ibnu Katsir berkata : hanya dalam hari yang mati perincian kematian hari ke-1- 70 ribu. Hari ke-2 71 ribu. Hari ke- 3- 73 ribu. 2014 ribu. Bahkan bahkan pada masanya Khalifah Bani Umayyah Bani Abbasiyah dan Khalifah banyak yang menyelamatkan diri berlari ke gunung gunung dan goa goa.

Berdasarkan rekam sejarah hanya pada masa Rasulullah umat muslim semua selamat tidak satupun yang mati. Kemudian pada masa Khalifah dan khilaf berikutnya yang dianggap pelaku dan pemimpin khilafah oleh pengasong khilafah tidak ada yang mampu memberi solusi tentang wabah penyakit pandemi seperti Corona ini. Bahkan mereka berlarian sendiri menyelamatkan diri.

Jadi jika ada yang promosi khilafah saat wabah bahkan saat pandemi qorona ini nggak usah di gubris anggap saja rongsokan radio bejat. Kita berdoa kepada Allah SWT. Agar senantiasa negeri ini di beri keamanan dari berbagai penyakit ikut Ulama dan Kiyai kita. Dukung dari turuti program serta anjuran pemerintah agar kita terbebas dari segala penyakit.

Ingat sekali lagi khilafah tidak akan mengobati wabah jika kita turuti khilafah akan menjadi wabah perpecahan baru pada bangsa yang kita cintai ini.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Monday, March 23, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: