Jangan Anggap Ringan Ex ISIS

Oleh: Prayitno Ramelan

 

Minggu sore, hp terus berdering dipikir siapa, cuekin saja, tp mendadak ada sms dari TVOne, minta Pray jd narsum ttg WNI di Suriah yg selama ini bergabung dgn ISIS minta pulang ke Indonesia. Waktunya tinggal satu jam lebih. Kl ke Studio jelas tdk mungkin, krn mlm ada undangan mantu, pak Nono Sampono, Letjen Mar (purn), Wakil Ketua DPD tetangga se komplex.

Betulnya mau nolak, slm ini sdh aras2an jd narsum, lbh baik nulis saja, dan juga sdg nyusun draft soal WNI EX ISIS ini, tp blm selesai. Pray pernah 2,5 th tugas di BNPT jd staf Ahli, sama2, Ansyad Mvai (70) dan pak Tito , skr Mendagri, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, skr Kapolda Jabar. Akhirnya pikir2 iya deh, nyumbang sedikit yg diketahui. Dua org TVOne ke rmh bawa camera, setting di meja kerja, bisa juga, lancar.

 

Pray menjadi narsum bersama Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan dan Prof Salim Said. Sayang blm dpt link TVOne utk Youtube, utk wwcr lengkap. Ini ada sedikit video yg ngerekam Mas Noeroel Huda, thx Bro. Pray menyarankan pertimbangan kasus dari dua sisi yaitu sisi hukum , UU keimigrasian dan Kamnas (Keamanan Nasional). 

Kita harus fokus bahaya WNI ex ISIS itu yg sdh sekian lama di sana. Mereka jelas lebih terlatih, praktek tempur dan teror, blm lagi anaknya yg laki2 ikut ke sana, terdata ada yg dilatih di camp rahasia ISIS Bahad Abdulah Azam di Suriah. Mereka yg masih polos diajari bahasa Arab, di brain wash soal amaliah, dilatih nembak, bikin bom, membenci siapapun yg tidak suka/sejalan dgn faham ISIS, dikatakan kafir. Mereka dilatih siap mati uk membela negara Islamic State. 

Kita jangan anggap ringan ex ISIS. Di Surabaya, seorang Ibu tega menuntun dua anaknya meledakkan bom bunuh diri. Nah, kl mau profiling data, boleh saja, tp sptnya paspor sdh dibakar. Kl punya paspor ada yg sudah kembali. Menurut Prof Salim, mereka sdh bukan WNI lagi, knp kita urus? 

Tp Ketua Komnas Ham tetap minta pemerintah segera memutuskan krn Camp mereka blm Maret akan ditutup, nah looh. Saat njagong pak Nono mantu ketemu Menag, pak Fachrul Razi, teman baik sama2 satu Angkatan Akabri 1970, semoat diskusi2 sedikit. Nah, agar fakta lengkap, sabar nunggu tulisan selesai ya my friends. Sejak th 2014 vanyak nulis mslh terorisme ini... 

Salam NKRI

 

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

 

 

Monday, February 10, 2020 - 07:30
Kategori Rubrik: