Jangan Ada Getar Diantara Mereka

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Kemenhub merekomendasikan pembatasan transportasi dari dan ke Jakarta. Bus dan kereta dihentikan. Cuma bis dan kereta dalam kota yang beroperasi itupun dalam tahap minimal.

Kemenhub juga merekomendasikan penutupan semua kantor pemerintah, pusat perbelanjaan dan mempertegas aturan kerja dari rumah untuk sektor swasta.

Rekomendasi ini hanya bisa dilaksanakan jika Pemda DKI mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan pemerintah menyetujuinya.

Sejauh ini, Pemda DKI belum mengajukan usulan PSBB ke pemerintah.

Namun apabila dipelajari, rekomendasi Kemenhub ini ternyata kurang lebih sama dengan permintaan Anies Baswedan yang kemudian ditolak oleh pemerintah pusat karena ada istilah karantina wilayah. Pemerintah pusat memilih PSBB ketimbang karantina wilayah.

Namun, pemerintah pusat melalui PP tidak menjelaskan secara rinci apa yang masuk dalam kategori pembatasan berskala besar.

Pemerintah pusat menyerahkan ke pemerintah setempat untuk mendefinisikan sendiri status daerah mereka berdasarkan data penyebaran virus.

Rekomendasi Kemenhub yang kurang lebih sama dengan rekomendasi Anies kemudian menimbulkan pertanyaan, mengapa Kemenhub memberikan rekomendasi yang sudah ditolak pemerintah.

Kan aneh..

Jika rekomendasi ini tidak dilaksanakan oleh Pemda Jakarta, lalu bagaimana?

Jika Anies jalan sendiri dengan menafikan rekomendasi dari Kemenhub bagaimana?

Ada gosip kalau Anies tidak mau melaksanakan rekomendasi Kemenhub, satgas Covid 19 yang dipimpin BNPB bisa memberlakukan itu. Jadi, Anies mau tidak mau harus laksanakan ini.

Kita berharap ini sekedar gosip.

Kita juga berharap ego antar instansi tidak muncul dalam suasana negara yang tengah prihatin. Jangan ada yang saling berebut cari muka.

Dan jangan sampai ada getar di antara kita..

Upss salah..

Bukan kita..

Tapi mereka..

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, April 4, 2020 - 07:15
Kategori Rubrik: