Janda

ilustrasi

Oleh : Kokok Herdhianto Dirgantoro

Tulisan kesekian yang saya buat dalam kondisi kesal.

Ini bukan berita pertama yg muncul di media cetak. Difoto, diviralkan. Tentu saja dengan tambahan kalimat-kalimat yang melecehkan janda. Koran laku, yg pansos dpt konten.

Di Indonesia per tahun ada kurang lebih 2jt pernikahan dgn talak+cerai 400rb lebih. Tentu saja jumlah sedemikian besar ini click bait banget utk berita online + cetak juga engagement tinggi di medsos.

Pernahkah merenung sejenak. Sebagian perempuan mengalami KDRT, perasaan tersiksa, ketakutan dan tak ada daya utk melawan hingga ujungnya memilih meminta cerai. Sebagian bertahan demi anak walau batin tersiksa, organ dalam tersakiti karena stress. Yang menikah muda karena permintaan orangtua hingga 'kecelakaan' lalu bercerai, kehilangan akses ekonomi, pendidikan kadang kesehatan. 

Yang sudah menikah lama tak punya nyali minta cerai krn ketakutan masa depan anaknya jika tdk ada nafkah sementara selama ini hanya jadi ibu rumah tangga dan skill yang dimiliki sdh obsolete. Ngeri jika minta cerai, tak ada uang utk anak sekolah dan mencukupi kebutuhan.

Dan inilah yg muncul. Berita janda muda bla bla bla. Tak ada pressure utk membuat women crisis center. Tak ada inisiatif pemerintah utk bikin regulasi dan menyisihkan anggaran bagi single mom utk hidupnya, untuk anaknya.

Saya tahu memajang foto koran ini akan membuat nama korannya melambung dan yg baca dan memviralkan kian banyak. Tak apa. Yang penting maksud tulisan saya tersampaikan.

Mari lebih 'ramah' dan memberikan dukungan kepada perempuan. Bukan menjadikannya bahan kelakar yang merendahkan.

Sumber : Status Facebook Kokok Herdhianto Dirgantoro

Monday, January 20, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: