Janda Bolong

Oleh: Denny Siregar
 
Pernah nonton film "Wall street" ?
Film itu menceritakan bagaimana isu diciptakan untuk menaikkan bahkan menjatuhkan nilai saham. Isu disebarkan utk membuat harga saham jatuh, kemudian sesudah murah diborong oleh pemain besar, dan dibuat isu lagi untuk menaikkan harganya kembali.
 
Dalam saham dikenal dengan nama "panic buying" dan "panic selling". Pada intinya penyebar isu menjual kepanikan utk meraih keuntungan besar.
Dan model seperti itu bukan hanya ada di saham saja, tapi diberbagai model jualan.
Seperti tanaman misalnya. Kita dulu mendengar tanaman anthurium atau gelombang cinta, yang harganya sampai ratusan juta. Masyarakat "panik" dan mereka ramai2 memborong gelombang cinta dgn harga yg gak masuk akal. Dan ketika tren itu selesai, mereka mendapatkan bahwa tanaman yg mereka beli dgn menguras tabungan dan akan dijual lagi dgn harga tinggi itu, cuman berharga 25 rebu rupiah. Sial, kan ?
Model yang sama juga dgn batu akik. Pasar bergolak dan semua org memburu akik dimana-mana. Harganya melonjak tinggi karena berita yg bombastis. Sekarang, duh jarang banget org pake akik. Toko akik sepi, hanya para kolektor yg mau mampir itupun sedikit sekali. Harganya ? Jangan ditanya. Sakittt..
Si janda bolong modelnya sama. Tiba2 penuh berita ada tanaman bernama janda bolong dibeli dgn harga ratusan juta. Orang mulai panik lagi, dan kembali bermimpi, "Wah kalau investasi ini, gua jual lagi, bisa cepat kaya nih.."
Orang yg pengen cepat kaya inilah mangsa empuk. Mereka terpengaruh isu, kemudian ramai2 beli dgn harga tinggi. Lalu mereka berusaha jual lagi dgn harga lebih tinggi. Pada satu waktu, yang ketipu paling akhir dan beli paling mahal lah, yg gigit jari.
Permainan persepsi ini biasanya dibuat oleh komunitas pedagang bekerjasama dgn media. Mereka membangun isu untuk menaikkan harga jual. Pada intinya, penjual pertamalah yang mendapat keuntungan, karena mereka belinya masih harga murah.
Jadi hati2lah kalau investasi. Jangan berinvestasi di isu. Hitung dgn benar kemungkinan2nya, spy nanti tdk nangis karena rugi.
Lagian, semua janda pasti bolong. Nenek2 juga bolong. Lha kalo ga bolong, namanya bisa2 jadi janda mampet..
Jiahhh.. pagi2 ngomongin bolong.
 
(Sumber: Facebook Denny Siregar)
 
Thursday, October 1, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: