Jalan Kita

Oleh: Setyo hajar Dewantoro

 

Jalan keheningan yang kita tekuni bersama bukan sekadar bertujuan mendatangkan rasa damai dan tentram secara pribadi. Ini adalah tentang upaya transformasi jiwa manusia secara massif. Kita merevolusi diri secara spiritual sebagai landasan terjadinya revolusi kesadaran pada skala bangsa dan dunia. Yang kita tekuni ini adalah spiritualitas progressif yang bertujuan merealisasikan pembaharuan peradaban. Visi kia adalah kembalinya Nusantara sebagai negeri yang agung dan berperadaban luhur, yang kemudian menjadi inspirasi bagi bangsa-bsngsa lain untuk menggatrakan kehidupan surgawi di bumi. 

Langkah - langkah pendahuluan kita adalah membangkitkan jiwa - jiwa agung, dan mempertautkannya dalam ikatan persaudaraan yang murni. Bersama-sama kita mentradisikan hening cipta untuk menyadari kemenyatuan seutuhnya dan sepenuhnya dengan Hyang Maha Agung, Tuhan yang Maha Esa. Kita konsisten menjernihkan jiwa raga untuk mencapai kemurnian diri dalam segala aspeknya. Hidup kita menjadi tertuntun oleh Gongsun/Diri Sejati/Dewa Ruci/Roh Kudus. Dan atas dasar itu kita merealisasikan kasih murni, kebahagiaan dan kedamaian sejati 

 

Vibrasi kasih murni, kebahagiaan dan kedamaian sejati inilah yang kita pencarkan. Dan jalan atau metoda yang kita praktikkan dalam keseharian, kita bagikan untuk menjadi inspirasi bagi banyak pihak agar tergerak mengalami transformasi diri dan merealisasikan rancangan agung sebagai manusia sejati atau manusia ilahi. 

Apa yang kita sampaikan inilah sejatinya esensi dari Pancasila, jalan spiritual bagi bangsa Indonesia, yang digali dari bumi Nusantara. Sudah saatnya kita tidak semata menceritakan teori Pancasila, tetapi kita nyalakan api Pancasila di dalam sanubari setiap warga bangsa. Kita nyatakan jiwa Pancasila dalam keseharian melalui laku berkesadaran yang dilandasi kasih murni. Api Pancasila hanya menyala di dalam jiwa yang telah murni dibasuh oleh banyu Kahuripan. Banyu Kahuripan hanya bisa kita raih saat kita hening cipta, saat kita terbimbing oleh Guru Sejati di pusat hati, lalu mencapai keadaan selaras dan direstui Bapa dan Ibu Semesta, juga para Guru Suci dan leluhur. Pancasila sejatinya adalah jalan untuk mengembalikan kita menjadi jiwa murni, menjadi cahaya murni, mengantarkan kita kembali menjadi banyu Kahuripan yang suci. Dengan menyalanya Pancasila di dalam diri warga Indonesia, prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang telah menjadikan bangsa ini meraih keagungan benar-benar bisa terealisasi. 

Bangkit jiwa - jiwa agung. Bangkit para Ksatria berkesadaran luhur yang setia dan konsisten berbakti pada Ibu Pertiwi. Biarlah hidup apa yang harus hidup di dalam sanubari. Bergeraklah selaras dengan gerak Sang Hidup yang ada dalam setiap tarikan dan hembusan nafas. Bersama kita tata Indonesia, bersama kita gatrakan Bumi surgawi. 

Semakin nyata tanda kembalinya kita kepada era keemasan. Semakin benderang jalan kita meraih Indonesia yang gemah ripah loh jinawi.

 

(Sumber: Facebook Setyo hajar Dewantoro)

Wednesday, August 14, 2019 - 09:00
Kategori Rubrik: