Jakarta Salah Urus

ilustrasi

Oleh : Irfan

Seorang pelatih tinju demi menjaga petinjunya agar tetap hidup akan melempar handuk ke tengah arena, saat dia tau kalo petinjunya itu sudah tak berdaya di baku hantam oleh lawannya

Begitu juga dengan komandan pasukan dalam perang, dia akan kibarkan bendera putih saat pasukannya itu akan kalah, demi menjaga pasukannya yang masih tersisa agar bisa hidup

Lempar handuk atau kibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah itu terjadi saat perlawanan yang maksimal sudah dilakukan, dan ada 'kehormatan' dalam kekalahannya itu

Karena mereka yang kalah akan tetap mendapat tempat di hati, sebab kekalahannya itu setelah ada proses latihan yang sungguh-sungguh dalam upaya meningkatkan kemampuan sebelum maju ke medan laga

Jadi tak bisa disamakan dengan yang sudah menyerah lebih dulu tapi tanpa ada upaya apapun kecuali cuma banyak bicara dan muter-muter kata untuk menutupi ketidak mampuannya, meskipun hanya sekedar melanjutkan kerja dari pemimpin sebelumnya

Hingga ada kemungkinan setan dan iblis pun akhirnya angkat tangan jika harus berhadapan dengan dia, karena hatinya susah ditebak dan omongannya tak bisa dipegang....

Sumber : Status Facebook Irfan

Wednesday, October 21, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: