Jakarta Akan Punya Banyak Gubernur Hasil Kompromi

Oleh: Maz Toni/Tante Paku
 

Sebuah pasukan berjumlah seribu orang mudah untuk ditemukan, tetapi betapa sulitnya menemukan seorang jenderal. Begitu juga di Jakarta, jumlah penduduk Kota Jakarta saat ini sudah mencapai 12,7 juta orang pada siang hari dan 9,9 juta orang pada malam hari, tetapi tidak mudah menemukan seorang gubernur yang punya kemampuan mengatasi persoalan Ibukota Indonesia yang rumit itu.

Akhirnya Jakarta menemukan cagub dari daerah kecil namanya Joko Widodo alias Jokowi (Solo) dan wakilnya dari Belitung (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, nyatanya kemampuan 2 orang itu mampu menghentak kebuntuan Jakarta akan sosok pemimpin yang tegas namun bisa bekerja.

Kemampuan Jokowi sudah teruji selama 2 tahun, perubahan Jakarta mulai tampak, rakyat Indonesia terhenyak lalu mendesak banyak parpol untuk mencalonkan Jokowi jadi Presiden. PDIP terdesak dan menuruti kemauan rakyat, nyatanya rakyat bertanggungjawab akan pilihannya, Jokowi menang 
telak menjadi Presiden ke-7 Indonesia. Otomatis wakilnya menggantikannya jadi Gubernur DKI.

Ahok ternyata mampu menterjemahkan makna REVOLUSI MENTAL yang diharapkan Jokowi dengan baiknya, walau tantangannya sangat berat, namun Ahok bak kepala mafia yang menegakkan peraturan dengan galak namun tegas.

Sebagai pemimpin ia bekerja keras, anak buahnya pun mengikutinya, ia haramkan korupsi, anak buahnya pun tak berani korupsi. Ia sikat semua yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan UU itu, tak perduli ia PREMAN kawakan, tak perduli ia mempunyai massa banyak, semua digempur tanpa rasa jerih sekalipun.

Walau tudingan KRISTEN KAFIR, CINA, dan mulutnya kotor serta hujatan-hujatan mengarah ke dirinya. Ahok tak bergeming, Jakarta butuh pemimpin yang TEGAS dan KERAS dalam arti sebenarnya, bukan pemimpin yang pura-pura tapi kompromi untuk KORUPSI. Nyatanya dari dulu Jakarta tak pernah berubah, justru semakin macet dan banjir, korupsinya pun menggila, semua proyek besar MANGKRAK tak bisa selesai denga cepat.

Kegarangan Ahok membuat para mafia Jakarta ingin menghabisinya, jalan satu-satunya yang konstitusional ya lewat PILGUB tahun 2017 nanti. Maka bermunculanlah banyak calon yang seolah-olah LEBIH BERKUALITAS dari pada Ahok, walau rekam jejaknya tidak jelas, prestasinya tidak ada yang 
diingat rakyat, karena memang tidak ada yang menonjol prestasinya, pokoknya hajar dulu!

Agar kegaduhan dan perang saudara tidak terjadi di Jakarta, Presiden Jokowi akan memberikan KOMPROMI kepada semua cagub nanti, agar mereka tidak kecewa bila kalah menghadapi "adik"nya itu. Sebab Presiden Jokowi tahu kemampuan sang "adik" yang memang di atas rata-rata calon yang ada.

Bagaimana kompromi atas dasar Persatuan Indonesia itu?

1. Ahok tetap menjadi Gubernur Jakarta yang berkantor di Balaikota.

2. Ahmad Dhani dijadikan Gubernur di Kalijodo.

3. Yusril Ihza Mahendra dijadikan Gubernur urusan anak-anak dengan baju blusukannya bergambar Mickey Mouse.

4. Djarot dijadikan Gubernur di Mabes PDIP Jakarta mendampingi Ketum-nya.

5. Sandiaga Uno dijadikan Gubernur UMKM.

6. Adhyaksa Dault dijadikan Gubernur di Hambalang, biar dekat Wisma Hambalang yang dulu pernah ditanganinya.

7. Haji Lulung dijadikan Gubernur di Bantar Gebang, maklum dia bekas pemulung yang sukses, di sana biar bisa mendidik para pemulung agar sesukses dirinya.

8. KH Fahrurrozi Ishaq dijadikan Gubernur di Petamburan agar dekat dengan Markas FPI untuk main congklak bersama daripada demo bikin macet jalanan.

Itulah hasil kompromi sementara yang sedang direncanakan kelak, tentu saja masih akan bertambah cagubnya dan bisa berubah penempatannya. Bila semua setuju, tentu Jakarta akan memecahkan Rekor Dunia yang memiliki Gubernur paling banyak di dunia dan akherat serta rukun dan bisa bekerja sama membangun Jakarta. Aamiin...................

Salam NKRI Raya!

(Sumber: Facebook Catetan Maz Toni Aka Tante Paku)

Sunday, March 20, 2016 - 11:30
Kategori Rubrik: