Jakarta akan Hancur di Tangan Orang yang Bukan Ahlinya

Oleh: Stefanus Toni/Tante Paku

 

Dulu Ahok sudah melaksanakan bukti kerja nyata walaupun masih ada normalisasi sungai-sungai di penjuru Jakarta, dan direncanakan membuat waduk-waduk raksasa serta kolam-kolam raksasa untuk penampungan air serta resapan air. Sayang Ahok kalah dan program-programnya sebagai solusi masa depan permasalahan banjir di Jakarta terhenti.

Sementara Anies-Sandi gengsi melanjutkan perencanaan untuk mengatasi banjir Jakarta untuk jangka panjang. Malah sibuk membuat hal-hal bagi "kemunduran" DKI, misalnya :

 

 

1. Anies Sandi sibuk membuat KPK tandingan demi mencari kesalahan Ahok agar menemukan bukti Korupsinya di DKI walau sampai sekarang tidak ada hasilnya alias hanya akal bulus untuk bagi-bagi anggaran pada sekutunya itu.

2. Anies Sandi menyediakan lapak kaki lima di tengah jalan dan membuat kemacetan parah di Tenabang demi menjaga bisnisnya Koh Lulung yang dihabisi Ahok itu. Jelas ini tidak ada manfaatnya sama sekali bagi keindahan kotanya.

3. Anies Sandi sibuk ingin membuktikan rumah DP 0 rupiah tapi faktanya akal-akalan saja, belum ada bukti warga Jakarta dapat rumah dengan janjinya itu, begitu juga program OK OC ngga ada bukti keberhasilannya secara signifikan.

4. Yang jelas Anies Sandi payah sekali memajukan kota Jakarta, hanya bisa berwacana dengan orasi-orasi omong kosong dan puas dengan pujian semu para Sengkuni dan Dorna pendukungnya itu. Namun tetap pede menganggap hasil kerjanya lebih baik dari Ahok.

5. Dan masih panjang lagi daftar kinerja pasangan Telettubis ini yang kontroversial dan penuh kegaduhan namun dianggapnya sukses. Ya sukses membuat Ibukota kembali dipenuhi Becak, misalnya.

Buat Anis Sandi kenapa harus malu untuk melaksanakan bukti kerja nyata melanjutkan program Ahok yang belum dilaksanakan itu? Untuk membuat kolam-kolam raksasa dan Waduk-waduk besar untuk mengatasi banjir dalam jangka panjang, kenapa harus gengsi?

Atau memang sudah buntu mikirnya, pokoknya pencitraan saja lah, mengaduk lumpur sungai dengan tangan, mencium tangan anak-anak yang kebanjiran, atau mengirim bantuan banjir dengan 2 bakul yang dipikul, serta menyuruh warga yang kena musibah BERDOA saja?

Lempar handuk sajalah daripada makin hari malah nambah permasalahan baru. Jakarta akan hancur bila tidak dipimpin ahlinya, ahli menghadapi preman, koruptor, dan bisa memberikan keadilan pada rakyat kecil tanpa memandang suku dan agamanya!

Salam Dung Dung Pret!

 

(Sumber: Facebook)

Wednesday, February 7, 2018 - 23:45
Kategori Rubrik: