Jakarta 2012 dan 2017

Ilustrasi

Oleh : Aldie El Kaezzar

Tidak ada program Anies Sandi yang masuk APBDP 2017 karena sudah disusun oleh pendahulunya. Ahok waktu itu menolak untuk memasukkan beberapa seperti KJP plus yg dinilainya tidak masuk akal, salah satunya karena mengakomodir mereka yang tidak mau bersekolah sekalipun.

Banyak pihak, terutama pendukung, yang protes karena Ahok dinilai tak mau memberikan ruang bagi suksesornya. Ada yang menyebut bahwa itu sebagai balas dendam dll. Namun Ahok dan Djarot bergeming pada keputusan untuk fokus pada penyelesaian program awal mereka.

Bulan Oktober 2012, sekjen FITRA mengatakan bahwa masyarakat jangan berharap terlalu banyak dulu kepada pasangan Jokowi Ahok.

"Saya yakin, program-program yang riil dari pasangan Jokowi-Ahok baru bisa teralisasi paling cepat 2014," ujar Yuna Farhan saat dihubungi JPNN, Senin (15/10) malam.

"P-APBD 2012 juga sudah selesai. Dia tak akan bisa berbuat banyak," ujar Yuna.

Selanjutnya, RAPBD Tahun 2013 juga sudah disusun, meski belum disahkan. Nah, Jokowi-Ahok punya peluang untuk merombak P-APBD 2013 sebelum diketok palu, untuk memasukkan anggaran program-programnya. Namun, lanjutnya, peluang itu pun tipis.

https://m.jpnn.com/a…/news/siap-siap-kecewa-pada-jokowi-ahok

#Jakarta_15_Okt_2012 - #Hari_Pelantikan

"Lah masalahnya ini APBD sudah berjalan tinggal tiga bulan. Jadi besok akan saya lihat mana dana yang bisa kita pakai untuk mempercepat dan ingin kita garap" kata Jokowi di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15\10\2012).

Bukan berarti pemerintahan DKI di bawah komandonya bekerja apa adanya karena APBD DKI yang sisa 3 bulan itu. "Ya enggak dong. Disesuaikan, dilihat, kok kerja apa adanya, kita ini mau kerja keras bukan kerja apa adanya" tegas Jokowi yang mengenakan seragam gubernur warna putih ini.

https://m.detik.com/…/jokowi-jalankan-program-sesuai-apbd-d…

#Jakarta_10_Nov_2012 - #KJS_Meluncur

Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati mengatakan, Kartu Jakarta Sehat ini akan dibagikan secara bertahap kepada seluruh penduduk DKI yang masuk dalam Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011. Untuk tahap pertama, sebanyak 3.000 kartu dibagikan di enam kelurahan, yakni Bukit Duri (502), Pademangan Timur (497), Marunda (494), Tanah Tinggi (503), Tambora (504) dan Manggarai (505).

https://m.liputan6.com/…/jokowi-luncurkan-3000-kartu-jakart…

#Jakarta_1_Des_2012 - #KJP_Meluncur

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan data terakhir yang mencatat bahwa penerima KJP ada di angka 3.046 siswa. Hal ini terjadi karena ada penambahan sekolah, yang awalnya hanya 111 sekolah, saat ini ada 113 sekolah yang siswanya menerima KJP.

Di Jakarta Utara sendiri sebanyak 1.675 siswa dari 46 sekolah yang terdiri 41 swasta dan lima negeri menerima KJP yang bekerja sama dengan Bank DKI tersebut.

"Kartu Jakarta Pintar Saya luncurkan dan dapat langsung digunakan," ujar Jokowi.

http://m.tribunnews.com/…/jokowi-luncurkan-kartu-jakarta-pi…

Bagaimana bisa program yang tidak dimasukkan dalam APBDP 2012 bisa langsung diwujudkan pada 100 hari pertama? Bahkan belum genap 2 bulan. Saya sendiri tidak bisa kasih jawaban yang pasti. Tapi mungkin ada sedikit hal yang bisa petunjuk, yaitu :

Pangkas 25% anggaran

Aksi Ahok yang cukup mengejutkan bawahannya adalah soal anggaran. Dalam rapat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Ahok meminta semua anggaran proyek dipangkas 25%. Pemangkasan anggaran di seluruh Satuan Kerja Pemerintahan Daerah lebih efisien. Dana hasil pemotongan itu kemudian bisa dialihkan pada program pelayanan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan usaha kecil menengah.

http://lipsus.kontan.co.id/v2/jokowi/read/114/

Saya jadi teringat kata gubernur terdahulu, man jadda wajada. Dan mereka berhasil. Entah bagaimana detilnya saya tidak tahu, tapi tidak dimasukkannya program mereka dalam APBDP 2012 ternyata tidak menjadi halangan untuk mewujudkan program mereka sesegera mungkin.

#Jakarta_Oktober_2017

Masih terlalu dini untuk menilai, masih banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan. Tapi penting melihat bagaimana seseorang melangkah di awal karena itu bisa menjadi indikasi bagaimana langkah selanjutnya dilakukan. Apalagi Bapeda DKI sudah memberikan saran bahwa ada beberapa program yang mirip2 bisa tetap dilaksanakan.

Hal ini memunculkan keyakinan dalam diri saya walaupun ada anggota DPRD yang tidak menyetujui usulan Bapeda, tapi Anies Sandi pasti bisa mencari jalan keluar. Toh dulu Jokowi Ahok bisa "bermanuver" untuk realisasi KJP dan KJS.

"Saya yakin bisa" cetus saya dalam hati.

Sementara itu, beberapa hari terakhir, saya melihat headline media ramai oleh berita sayembara sepatu pantofel untuk Sandi dan revolusi putih yang tengah digagas Hashim Gerindra untuk bisa dijalankan oleh pemprov DKI. Dan gub-wagub terlihat sangat positif atas kedua hal di atas.

Entah bagaimana, tiba-tiba saya seolah bisa mendengar tawa puas warga provinsi sebelah...

Monday, October 30, 2017 - 15:15
Kategori Rubrik: