Jadi Ulama Mana Yang Kau Bela?

Ilustrasi

Oleh : Zenzen Abdul Syukur

Dulu #AhmadDhani kena kasus penistaan agama. Dia diancam bunuh, bahkan dikirimi bom buku segala. Berbagai video konspirasi juga menempatkan dia sebagai musuh Islam karena disangka agen Freemasonry. Dia tersudut. Kemana mencari perlindungan? Ke #GusDur. Sebagaimana para sufi besar di masa lampau yang menerima siapapun yang butuh curhat, perlindungan, dan pembelaan tanpa membeda-bedakan,

Gus Dur menerima Dhani, sebagaimana dia menerima #Inul dan #Dorceyang kebingungan mencari tempat berteduh saat hujan hujatan mengarah kepada mereka. Gus Dur menerima mereka sebagaimana seorang bapak berlaku kepada anak-anaknya. Beliau orang besar tapi masih menyempatkan diri mengurusi perkara yang bagi orang lain remeh temeh.

Kini Kiai Ma'ruf melakukan tindakan yang sama. #Sukmawati kepepet, dia butuh perlindungan. Butuh sosok yang dianggap bisa melegitimasi penerimaan permohonan maafnya kepada umat Islam. Kiai Ma'ruf pun menjadi bemper. Tidak apa-apa, itu adalah resiko yang dihadapi beliau sebagai seorang penyeimbang, dan saya yakin beliau memahami posisinya.

Hujatan ke beliau datang dari beberapa aktivis yang dulu menyanjung dan membela beliau secara verbal dalam kasus Ahok. Ini pelajaran berharga, kawan: dalam politik, sekuler maupun politik yang dibalut dengan agama, ada diktum tak tertulis: yang menyanjungmu dengan manis suatu ketika akan melaknatmu dengan penuh semangat. Yang hari ini membungkuk mencium tanganmu dengan takzim, di lain hari akan menusukmu dari belakang sambil tersenyum. Dan, ingatlah ini, kawan, yang paling semangat mengajakmu ke medan laga biasanya dialah yang paling awal lari terbirit birit dari medan perang.

Sumber : Status Facebook Zenzen Abdul Syukur

Sunday, April 8, 2018 - 13:30
Kategori Rubrik: