Jadi Siapa yang Merusak Agama?

ilustrasi
Oleh : Han Dyani
Pernah ada seorang teman yang ngomong gini ke aku,
" Kenapa sih kamu sekarang terus-terusan bikin status yang menyerang agamamu sendiri...?? Padahal semuanya masih biasa-biasa saja seperti dulu,"
Aku menyerang agamaku sendiri...??
Masih biasa-biasa saja seperti dulu...??
- Aku ga merasa menyerang agamaku sendiri, tapi aku menyentil orang-orang yang seagama denganku tapi beragama dengan lebay, over dosis hingga malah jadi bikin agamaku jadi seperti agama yang ribet dan selalu bikin ribut.
Dan mereka itulah justru yang bikin citra agamaku jadi jelek.
- Apa masih biasa-biasa aja saat teman kita yang dulunya santun, toleran dan bicaranya halus tiba-tiba seudah ikut pengajian dan sering ikut kajian-kajian di pondok jadi berubah kasar, suka menghujat sesama muslim yang beda pemahaman dengannya, mencaci maki dengan kalimat-kalimat yang ga pantas pada presiden, dan menyebarkan fitnah dan hoax...??
- Apa masih biasa-biasa saja saat anak-anak sekolah kita tiba-tiba 'dipaksa' melepaskan seragam nasional dan diganti dengan 'seragam keagamaan' oleh guru-gurunya bahkan didukung oleh sebagian besar orang tua siswa...??
- Apa masih biasa-biasa saja saat makin banyak anak-anak kecil yang diajarkan intoleransi dan diarahkan pada pengkotak-kotakkan...??
- Apa masih biasa-biasa saja saat kita lihat para wanita hanya mau berkelompok dengan wanita lain yang sama penampilannya, dan memandang sinis bahkan tanpa ragu mengintimidasi dan menghina pada wanita lain yang beda penampilan dengan kalimat-kalimat yang menyinggung bahkan menyakitkan hati...??
- Apa masih biasa-biasa aja saat makin banyak orang-orang yang mengagung-agungkan budaya negara lain dan malah menghina, merendahkan dan ikut-ikutan berusaha menghilangkan budaya bangsanya sendiri...??
Semua itu tidak pernah terjadi sebelum kaum radikal dan intoleran berhasil mempengaruhi dan mencuci otak sebagian masyarakat kita dengan doktrin-doktrin yang selalu saja mengatasnamakan perintah agama, hingga banyak masyarakat yang jadi penghakim buat orang lain, lagi-lagi dengan mengatasnamakan perintah agama.
Dulu ga pernah ada pemaksaan untuk berpenampilan agamis, yang dulu sama sekali tidak wajib bahkan sunahpun engga sekarang tiba-tiba saja jadi wajib dan memicu perdebatan.
Jadi buatku Indonesia saat ini tidak sedang biasa-biasa saja.
Mungkin dulu rakyat Suriah, Afganisthan dan Libya pun merasa biasa-biasa saja saat terjadi perubahan besar dalam kehidupan bermasyarakatnya ( terutama pada kaum wanitanya ) sebelum akhirnya terjadi perang saudara yang menghancurkan negara mereka.
Dan setelah negara mereka hancur barulah mereka tersadar dan ingin kembali seperti sebelum kehancuran itu.
Aku melihat saat ini Indonesia sedang digiring ke arah itu.
Dan aku ga bisa hanya diam saja melihat ada sekelompok orang yang sedang berusaha menghancurkan negaraku.
Sumber : Status Facebook Han Dyani
Sunday, January 17, 2021 - 12:00
Kategori Rubrik: