Jadi Prabowo Menang Berapa? 65 % Atau 54 %?

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Mengapa klaim (terbaru, newest) ini layak diragukan meskipun yang membawakan adalah seorang profesor?

Karena datanya baru diambil dari 54% TPS, dan tidak menggunakan teknik random sampling, karena memang ia bukan data sampling, tetapi data Real Count yang belum kelar. Sehingga meskipun jumlah TPS yang masuk 444 ribu, akurasi untuk persentase akhir, akan KALAH jauh dibanding Quick Count meskipun hanya dibawah 6000 TPS, karena ia menggunakan teknik random sampling.

Seperti kalau kita lihat di hasil akhir AyoJagaTPS, dimana hasilnya memenangkan 02 dengan 55%, apa pasal? Karena jumlah sampelnya timpang untuk menilai hasil akhir, tidak ada kaidah randomisasi yang digunakan. Ia juga adalah real count yang belum selesai, sebagai contoh Jawa Barat data masuk dari 10 ribuan TPS, sedangkan Jawa Tengah dijumlah Jawa Timur, hanya 3 ribuan TPS. 

Ya tentu saja jadinya seolah menang, dan orang awam yang tidak paham detail data ini, akan gampang terperdaya dengan pie chart yang seolah adalah hasil akhir.

Demikian juga dari data BPN, ia real count yang belum selesai, sama sekali tidak bisa digunakan sebagai patokan untuk menilai hasil akhir.

Jangankan data BPN, data SITUNG KPU pun kalau belum 100%, belum selesai penghitungan, belum bisa menjadi jendela untuk melihat hasil akhir Pilpres 2019.

Meskipun sekali lagi, sering saya ulang-ulang baik di medsos maupun di media, yang akan menjadi penentu Pemilu, bukan data-data diatas, melainkan hasil rekapitulasi manual berjenjang dari tingkat TPS hingga pusat, yang beberapa hari lagi sepertinya yang tingkat nasional sudah akan dimulai.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Wednesday, May 15, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: