Ivan "Seventeen", Kampret yang Insyaf Jadi Cebong Militan

Oleh: Hadi Arsa

 
Pada acara Konvensi Rakyat saya sempat tercengang, terheran-heran setengah takjub kagum. Bagaimana Tidak?
 
Saat melihat beberapa artis seperti Ian Kasela, Yuni Shara dan lainnya saya biasa saja. Tapi saat melihat Ivan Seventeen, saya berdiri memberikan tepuk tangan di sudut tribun memberikan apresiasi atas hijrahnya yang selama ini jadi korban dipolitisisasi oleh 212.
 
 
 
 
Saya tahu betul pergerakan Mas Ivan. Saya menyorot acara Aksi 212 yang begitu antusias beliau ikuti. Mungkin karena sang alm istri yang merupakan caleg Gerindra Dapil Jatim.
 
Pada saat yang tidak disangka, tidak semua orang inginkan, Tsunami melanda Banten-Lampung dan merenggut separuh jiwa Mas Ivan. Sang istri & sahabat-sahabat personil Seventeen kembali ke pangkuan sang pemilik kehidupan. 
 
Saya tahu saat itu dan saat-saat di mana Mas Ivan berada pada titik terendah secara emosional. Entah apa tujuan Sang Maha Kuasa. Saat Kang Ivan benar-benar terpukul, terjatuh, terhempas jiwanya pada dasar kehilangan yang mendalam. Tak Ada seorang pun yang perduli. Tak ada seorang pun yang bisa menyemangatinya. 
 
Dan benar Sang Maha Kuasa memberikan sedikit cahaya,
Pasca kesedihannya,
Kang Ivan memutuskan untuk masuk Pondok Pesantren Tebuireng.
Entah bagaimana langkah & jalur cerita beliau selama di Pondok Pesantren,
hanya satu yang bisa saya catat:
 
"Kang Ivan menyesal pernah menjadi bagian dari 212"
 
"Kang Ivan sadar bahwa masih banyak teman-teman kita yang salah hijrah karena mengikuti ustadz-Ustadz dadakan di medsos yang menggiring opini untuk memenangkan poros wahabi & kelompok garis keras.
 
Saya bangga Mas Ivan sudah kembali sebagai "INDONESIA" yang tidak mengkerdilkan Islam hanya untuk kepentingan politik praktis.
 
Siapa Kita???
"INDONESIA"
 
(Sumber: Facebook Hadi Arsa)
Friday, March 1, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: