Ittaqillah

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Makna secara harfiyahnya : bertakwa lah kepada Allah.

Bagus nggak sih ucapan semacam itu? Bagus banget lah.

Nah kalau bagus, silahkan ucapkan perkataan bagus ini kepada tokoh yang anda segani dan anda hormati. Kepada kiyai, ustadz, penceramah atau syeikh-syeikh dari timur tengah.

Kita lihat reaksi wajah mereka. Kalau ceria-ceria saja, maka dipastikan mereka tahu arti harfiyah, namun tidak paham penggunaannya.

Syeikh dari timur tengah?

Hehe sudah paati melotot dan merengut diucapkan ittaqillah di depa wajahnya. Kok bisa?

Ya karena meski artinya bagus, bertaqwalah kepada Allah, tapi penggunaannya bukan dalam suasana baik, tapi dalam rangka menegur seseorang alias sedang menuduh keliru. Siapa orang Arab beneran yang punya dzauq arabi, begitu ditegur dengan ittaqillah, marah dan tersinggung dia.

Maka hati-hati lah menggunakan bahasa Arab. Tidak mentang-mentang tahu artinya lantas boleh dipakai seenaknya. Ada 'urf bahasa.

Jangan sekali-kali ngomong sama orang Arab begini : Keif halak? Ittaqillah. Digampar muka ente.

Teman saya di LIPIA dulu dengan polos tanya ke dosen Mesir, Ma ma'na itla' barrah? Dosen Mesir itu langsung berdiri dan mengusir teman saya sambil teriak : inta itla' barrah sambil tangannya menunjuk ke arah pintu.

Wallahi lan ta'uda hina hatta yaumil qiyamah. Gubrak.

Kasihan teman saya itu, dia tidak lulus mata kuliah fiqih, karena dosen itu ngajar fiqih. Salah ngomong dikit doang fatal akibatnya.

Ittaqillah ya akhi . . .

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Sunday, May 31, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: