Its Covid?

ilustrasi

Oleh : Francis Sihombing

Kalau Memang kebersihan bisa mencegah corona.. mgkn Italia tdk 135.000 org, krn Italia termasuk Negara terbersih di Eropa.

Kalo Memang panas bisa membunuh corona..mgkn Iran tdk akan 67.000 org, krn iran negara gurun yg panas.

Kalo memang kehati-hatian bisa mencegah corona..mgkn pangeran Charles & bbrp keluarga kerajaan tdk akan terpapar covid19, krn hidupnya paling hati2 & terjaga.

Dan . . . .
kalo memang org yg cuek & sembrono pola hidupnya pasti kena corona..mungkin para pengamen jalanan, kuli2 kasar & para pedagang pasar tradisional sudah pada tersungkur semua,

Kenapa demikian..?

Mungkin jawabanya Krn hidup ini tdk hrs slalu sejalan dgn teori, teknologi & akal manusia..

Sudah byk tenaga medis yg terpapar dgn virus Covid-19..
Apakah mereka tdk menggunakan APD dgn Benar?
Atau apakah mereka tdk hati2 dlm menjalankan profesinya?

Belum tentu juga demikian.

Terus... apakah org yg kelihatan sudah sedemikian dekat dgn Tuhan dijamin tidak akan terkena Corona?

Tidak juga demikian... krn sudah ada bbrp para Hamba Tuhan & jemaatnya yg terjangkit virus ini bahkan meninggal.

Diperhadapkan pada situasi seperti ini...

Tuhan seakan-akan hendak berbicara kepada Kesombongan kita Manusia... bahwa kita tanpa Tuhan memang hanyalah tumpukan daging yg bernafas..

Oleh krn itu jika Tuhan Berkehendak.. Logika & Teknologi manusia tak akan mampu melawannya..

Siapa yg sakit? Bumi ini atau manusianya?
Tiba-tiba..
Disney kehabisan magicnya..
Paris kehilangan romantisnya..
New York kota hingar binar akhirnya sunyi sepi...
Tembok Cina tak lagi menjadi benteng yg kokoh, dan
Mekkah berdesak2an mendadak kosong..

Pelukan & ciuman tiba-tiba menjadi senjata,
Tidak mengunjungi orang tua & teman menjadi tindakan cinta.

Tiba-tiba kita menyadari bahwa kekuatan, kecantikan & uang tidak berharga ketika kita tidak bisa mendapatkan ventilator yg kita butuhkan.

Bumi tetap melanjutkan hidupnya & langit msh biru.. sdgkan kita manusia ada didalam sangkar.

Sy pikir Tuhan mengirimkan pesan buat kita.

Sumber : Status Facebook Francis Sihombing

Wednesday, September 16, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: