Isu Recehan dari Gerombolan Recehan

Oleh: Ricky Apriansyah

 

Kampanye damai baru dicanangkan. Tapi kelompok sebelah langsung menebar hasut dengan menggoreng isu-isu murahan dan recehan, seperti biasa dilakukan sejak kalah Pilpres 2014. Isu seperti memegang burung terbalik menjadi pembahasan berkepanjangan dan bahan ejekan tak berkesudahan.

Yasudahlah, isu-isu recehan memang menjadi konsentrasi banyak orang dari kelompok recehan yang nalarnya sudah rusak karena sakit hati jagoannya kalah dalam empat tahun terakhir ini.  Isu recehan mereka garap, karena merasa kalah kalau mengangkat isu substantif seperti visi-misi dan program kerja. Isu recehan ini juga akan diiringi dengan tiga isu yakni PKI, TKA dan utang pemerintah yang terus dimainkan ulang dengan narasi sama seperti kaset rusak.

 

 

Kalau tidak percaya mari buktikan saja. Akan muncul kelompok-kelompok antikomunis, diskusi soal kebangkitan PKI dan orang-orang ngeyel yang tahunya utang pemerintah itu hanya dilakukan oleh Presiden Jokowi, presiden lainnya tidak. Ya maklum saja, gerombolan recehan adalah gerombolan minim literasi yang maaf-maaf saja wawasan dan pengetahuannya memang rendah sekali. Sehingga gampang dikibuli.

Isu recehan akan terus digarap oleh gerombolan recehan. Mereka memang sengaja memancing emosi dan membuat pendukung Jokowi menghabiskan energi untuk burung terbalik, dasi menyembul, kancing jas dan lain sebagainya karena pasangan yang didukung tidak punya prestasi yang layak dibanggakan.

Bagian paling lucu dari semuanya dalah pasangan sebelah ini didukung kelompok-kelompk agama dari garis keras. Kaum recehan yang sok cara agamanya paling benar ini sangat membanggakan calon yang bahkan sholat saja jarang! Mereka yang mengaku anti Cina dan gemar menggosok sentimen SARA, membanggakan calon yang bahkan seluruh keluarganya etnis Cina!

Logika gerombolan recehan ini memang terbalik-balik. Dan kegemaran menggoreng isu rasial ini adalah ciri khas orang dengan IQ rendah. Jadi yang perlu dilakukan adalah membiarkan dan tak usah menanggapi mereka. Tinggalkan saja karena ngeyelnya minta ampun. Bodoh tapi ngeyel.

Kelebihan sekaligus kelemahan kelompok recehan ini adalah apapun yang diperintahkan ketua/komandan kelompok, akan dipatuhi begitu saja tanpa daya kritis. Kalau nggak patuh mereka takut dosa dan masuk neraka. Disuruh nyemplung sumur atau masuk jurang juga mereka pasti mau, agar masuk surga. Mereke memang orang-orang lucu dan menyedihkan.

Ya, kampanye baru dimulai. Tapi Sandiaga sebenarnya sudah mulai kampanye sejak beberapa hari sebelumnya. Dengan bungkus kuliah umum, dia dan Zulkifli Hasan memang melobi kampus-kampus. Di Solo, di kampus Muhammadiyah mereka datangi sehari sebelum masa kampanye dimulai. Mereka juga mampir di beberapa tempat lainnya. Mengatakan itu bukan kampanye, itu sama dengan mengaku belum sarapan (nasi), tapi sudah makan bakso dua mangkok!

Monday, September 24, 2018 - 08:45
Kategori Rubrik: