Istilah Kafir Dalam Konteks KeIndonesiaan

ilustrasi

Oleh : Munifah

Lihat dulu latar belakang masalah yg dibahas Bahtsul Masa'il itu.

Dalam suatu negara Islam, non-muslim dapat dibedakan menjadi: kafir dzimmi (dalam perlindungan, membayar jizyah), kafir mu'ahad (terikat perjanjian), kafir musta'man (dijamin keamanannya, misal delegasi dari negara kafir yg berkunjung utk dagang), dan kafir harbi (terlibat peperangan).

Terhadap masing2 jenis kafir itu ada perbedaan perlakuan kenegaraan / kewarganegaraan.

Lalu bagaimana dgn non-muslim di Indonesia?
Indonesia bukan negara Islam.

Perlakuan kewarganegaraan yg bagaimana yg patut dilakukan oleh muslim Indonesia terhadap non-muslim di Indonesia?

Dalam konteks kewarganegaraan, non-muslim Indonesia tak termasuk salah satu dari empat jenis kafir tersebut.

Maka status mereka tdk disebut kafir tetapi muwathiniin (sesama warga negara).

Akan lain halnya makna kafir dalam konteks aqidah/teologis.
Dan untuk ini Alim Ulama NU tidak perlu lagi diragukan keilmuannya

Jadi.....
Yang sudah membuat meme dibawah ini bisa kita simpulkan adalah orang2 yang tidak paham NU tapi sok tau tentang NU, mereka tidak paham apa itu Bathsul Masa'il tapi merasa lebih paham

#SalamWaras

Sumber : Status Facebook Munifah

Saturday, March 2, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: