Islam Yang Mana?

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Bagi kalangan yang pemahaman Islamnya sempit, perjuangan itu semata ditakar lewat ukuran-ukuran yang sempit juga. Misalnya, dalam gaya pakaian, harus begini begitu, kalau tidak, maka bukan Islam.

Yang lagi populer sekarang adalah menakar kejayaan Islam lewat perolehan suara. Memang tidak salah-salah amat, namun kalau direnungkan, takaran ini bukan satu-satunya alat ukur kejayaan Islam.

Pertama :

Pertarungan yang terjadi sama sekali tidak ada kaitannya antara Islam dan kafir. Perangnya justru sesama penganut agama Islam. Siapa pun yang menang, tidak secara faktual menjadi representasi kemenangan Islam.

Kedua :

Bagaimana dengan implementasi syariat Islam? Adakah kemenangan salah satu pihak menjadi jaminan terlaksananya hukum-hukum samawi itu?

Ketiga :

Syariat Islam macam apa yang mau dibangun oleh pihak yang ingin menang itu, kalau memang menang? Sama sekali tidak ada konsep yang jelas, bahkan terwacana pun juga tidak.

Keempat

Lalu perang isu, ribut-ribut, ritual nyinyir harian, plus saling tuduh tukang bohong itu untuk kepentingan apa? Untuk Islam kah? Islam yang mana? Yang dipahami secara sempit itukah?

Anehnya, pelakunya justru kalangan yang selama ini sudah memprolamirkan diri sebagai pencinta Islam, pejuang Islam, pembela Islam. Pertanyaannya : Islam yang mana?

Cinta Islam? Ingin tegak syariat Islam. Oke, bagus. Not to bad.

Tapi ngomong-ngomong, jujur saja, apa yang sudah Anda siapkan untuk tegaknya syariat Islam? Sudah pernah belajar syariar Islam secara serius?

Apa sudah belajar ilmu-ilmu keislaman? Sudah pernah belajar ilmu ushul? Ilmu tafsir? Ilmu hadits? Ilmu fiqih jinayat? Ilmu fiqih mawaris? Ilmu fiqih muamalah? Ilmu fiqih ibadah?

Apa? Belum sempat? Tidak ada waktu?

Lah kok bisa? Hari-hari maki-maki orang main tuduh main cap anti Islam, sendirinya malah tidak paham apa-apa tentang syariat Islam?

Ini cinta Islam macam apa? Tegakkan syariat Islam versi apa? Ini perjuangan memenangkan apa sih sebenarnya? Memenangkan Islam? Serius?

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.MA

Tuesday, April 23, 2019 - 14:30
Kategori Rubrik: