Islam Yang Kaffah

ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Jika njenengan benar2 belajar Islam, ilmu tauhid, tajwid, ilmu akhlak, tasawuf, fiqh, ushul fiqh, nahwu shorof dll, Juga tentu saja bahasa Arab, lalu lulus dengan baik, Niscaya njenengan akan makin takut untuk mengejawantahkan "Sampaikanlah walo satu ayat"..

Njenengan akan lebih rendah hati.. Akan sangat berat beban saat berceramah, menjadi imam atau memberikan taushiah..

Itu kenapa banyak sekali pemuka agama atau kyai yang merasa masih miskin ilmu, padahal sudah sangat zuhud dan mendalam ilmunya. Sehingga mereka tak bersedia mngisi acara di televisi. Utamanya adalah, karena beratnya tanggung jawab terhadap umat.

Jadinya timbul ilmu saling mempersilakan..
Saling mempersilakan, membuat seorang ulama yang ditawari tampil di tivi, merekomendasikan ulama lainnya. Ulama lainnya itu balik merekomendasikan ulama sebelumnya.. mubeng2

Jadi lah yang tampil di tivi kebanyakan ulama yang (nampak) ngga jelas.. bermodal ilmu se-ayat dan sorban

Ini sudah darurat..
Saatnya ormas2 besar seperti NU dan Muhammadiyah, menunjuk pemuka2nya, ytk mengisi televisi

Televisi juga (sekali lagi) punya tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Sunday, May 12, 2019 - 13:15
Kategori Rubrik: