Islam Yang Brilian

Ilustrasi

Oleh : Iwan H Suriadikusumah

Sekarang kita tahu bahwa ummat agama saya ini selama hidupnya dianjurkan untuk selalu rajin membaca Al Quran. Tetapi sama sekali tidak pernah disuruh harus mengerti arti Kitab Suci yang dibacanya itu.

Di banyak mesjid di manapun pada waktu-waktu menjelang shalat yang lima waktu, banyak jema’ah menunggu waktu dengan membaca Al Quran yang memang disediakan di mesjid-mesjid. 
Dengan semakin canggihnya smart phone, beberapa kali saya bahkan menemukan nasabah di bank mendaras Al Quran sambil menunggu gilirannya dilayani Customer Service.

Yang pasti, hampir di setiap waktu kita mendengar mesjid-mesjid melantunkan ayat-ayat suci Al Quran lewat pengeras suara. Sedemikian jelas sehingga terdengar ke kampung-kampung tetangga, terutama menjelang waktu-waktu shalat. Tidak jarang empat-lima mesjid sekaligus berlomba-lomba adu keras meneriakkan ayat-ayat suci Al Quran.

Paling top saat pengurus mesjid-mesjid ini paling bersemangat memasang pengeras-suara masing-masing sekuat-kuatnya justru pada dini hari menjelang subuh. 
Saat orang paling lelap, nyenyak dalam tidurnya. 
Jauh sebelum waktunya sembahyang. 
Sebelum waktunya membangunkan ummat untuk shalat shubuh lewat panggilan adzan.

Nah, yang menakjubkan adalah: Segala hingar-bingar yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian semua orang itu, baik yang (akan) bersembahyang maupun tidak, bahkan yang tidak beragama Islam sekalipun, nyaris tidak ada pendengarnya yang mengerti artinya!

Cobalah cari di sekitar anda, berapa orang yang sungguh-sungguh berbicara Bahasa Arab, karena dalam bahasa itulah ayat-ayat suci itu dilantunkan!

Lantas untuk apakah ummat agama kami ini bersengaja membuat keriuhan yang tidak dimengertinya ini pada hampir setiap saat?

Tidak penting (untuk mengerti).
Tradisi selama belasan abad menyatakan begini inilah cara kami menjalankan ritual agama.
Konon.

Nah, lalu apa dan bagaimana kaitan tradisi beragama yang telah berjalan ribuan tahun ini dengan semakin menjadi bodohnya ummat Islam?

Begini.

Sejak mulai lahir sampai saat diantar ke liang lahat, ummat Islam sudah dibiasakan untuk mengerjakan hal yang paling penting dalam hidupnya, tanpa diharuskan untuk memahaminya.

Dari seluruh rangkaian kegiatan duapuluh empat jam dalam sehari, satu-satunya ritual yang tidak pernah berhenti dilatih dan diulang-ulang ummat Islam ialah ritual agama.

Ritual agama.
Ritualnya.
Bukan beragamanya.

Practice Makes Perfect.
Latihan membikin mahir.

Dalam kehidupan kita, ummat Islam, kegiatan tanpa berpikir inilah yang paling rajin dan sering kita ulang-ulang latihannya setiap hari, sepanjang hidup.

Maka dalam hal itu pulalah kita akan semakin mahir.
Yaitu (mahir untuk) tidak berpikir.
Sehingga lama-kelamaan memang jadi malas dan atau tidak biasa. Dan akhirnya jadi betulan tidak bisa berpikir.

Seperti otot dan organ-organ tubuh lainnya, otak dan pikiran tak terlatih juga otomatis akan menjadi lemah dan mundur kemampuannya.

Demikian juga akan pengetahuan kita mengenai agama Islam, agama kita sendiri.

Karena untuk beragama Islam, kita mutlak harus mengerti buku babonnya. 
Harus mengerti Kitab Sucinya.
Harus mengerti Al Quran.

Mutlak.
Tidak ada jalan lain.
Tidak ada pilihan lain.

Karena di situlah tertulis pokok-pokok Agama Islam.

Kalau mengerti arti Al Quran, maka kita akan temui bahwa segala suruhan yang akan mencegah ummat Islam menjadi bodoh itu tercantum di dalamnya. 
Tidak cuma satu atau dua suruhan. 
Dan sama sekali bukan suruhan yang lemah-lembut.

Melainkan suruhan yang keras sekali.
Dan larangan-larangan yang tidak kurang juga kerasnya.

Larangan untuk menjadi bodoh itu.
Supaya ummat Islam tidak seperti sekarang ini. 
Mudah sekali digembalakan oleh penjahat-penjahat yang berkedok agama.

Yang memperalat Agama Islam untuk memanfaatkan ummatnya.
Ummat yang berdasarkan uraian dalam dua tulisan ini, terbukti memang tidak mengerti ajaran agama ISLAM yang sesungguhnya tertulis di dalam Al Quran.

Setelah terbukti terus-menerus ummat Islam terpuruk seperti sekarang ini, akankah kita teruskan “tradisi” yang sesungguhnya menyesatkan kita ini?

Tidak maukah kita mulai sungguh-sungguh MENGKAJI dan MEMPELAJARI Al Quran?
Dan mulai sungguh-sungguh MENGKAJI dan MEMPELAJARI Agama Islam?

Sehingga kita akan segera sadar dan langsung menolak apabila ada pihak yang berusaha memanfaatkan kita sebagai ummat Islam semata-mata untuk kepentingannya sendiri!
Dengan mengatas-namakan ISLAM.

Padahal BUKAN.

Sumber : Status Facebook Iwan H Suriadikusumah

Saturday, July 21, 2018 - 19:00
Kategori Rubrik: