Islam Terpadu, Apakah Itu?

Ilustrasi

Oleh : Apep Wahyudin

Islam terpadu? Makhluk apakah itu? Biasanya ungkapan itu disematkan pada nama-nama sekolah. Sekolah Islam terpadu (SIT). Ada TK-IT, ada SD-IT, dengan IT yang kependekan dari Islam Terpadu.

Lib-ForAll Foundation, sebuah institusi non-pemerintah yang memperjuangkan terwujudnya kedamaian, kebebasan, dan toleransi di seluruh dunia, melakukan penelitian di Indonesia. Puluhan profesor ikut di dalamnya.

Ada Mustofa Bisri, ada Syafi'i Ma'arif, ada Azyumardi Azra, ada juga Romo Franz Magnis Suseno, dan tentunya puluhan nama beken lainnya yang gak mungkin saya tulis semuanya.

GUS DUR adalah ketuanya, sesepuhnya.

Hasil penelitian itu dituliskan dalam sebuah buku fenomal berjudul ILUSI NEGARA ISLAM. Buku yang laris walau tak pernah dijual, karena dibagikan secara gratis, dalam bentuk pdf yang bisa kita download di dunia maya.

Di buku itu dijelaskan. Salah satu temuan di lapangan dalam sebuah penelitian atau riset yang masif dan panjang selama kurang lebih dua tahun itu, ada sekolah-sekolah yang berembel-embel ISLAM TERPADU yang memiliki ciri-ciri khas tertentu (untuk lebih jelas baca buku di atas). Sekolah seperti ini tersebar di seluruh Indonesia. TK nya saja berjumlah ratusan. Bisa kita bayangkan betapa masifnya!?!?

Dalam buku itu juga dituliskan. Pada tahun 2006, sebuah TK milik Aisyiah Muhammadiyah di Prambanan yang telah berdiri 20 tahun hendak diubah menjadi TK-IT, dengan dukungan dari Ketua MPR waktu itu (you know who), selaku Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan Islamic Centre yang berafiliasi dengan partai asal Ketua MPR itu.

Tentu saja Pimpinan Muhammadiyah Jateng keberatan dan berang. Dan akuisisi itu gagal, TK Aisyiah tetap berdiri sampai sekarang. Pihak Muhammadiyah dan Partai Illahi itu, sejak itu hubungannya mulai merenggang.

Sekolah dengan embel-embel itulah yang mengancam hendak memecat seorang guru yang tak mau didikte dan dipaksa, untuk memilih paslon Cagub/Cawagub nomor tiga.

Bayangkan 5 sampai 10 tahun kedepan. Dimana sekolah-sekolah model begini makin banyak, makin mapan. Para alumninya sudah dicekoki dan diindoktrinasi dengan paham Wahabi yang terkenal tak bisa kompromi, tak bisa bertoleransi, tak bisa bersosialisasi seperti manusia normal dan sehat. Seperti manusia yang punya nurani dan akal yang jernih.

Kalau anak-anak kita juga ada di sana, jangan heran kelak akan menjadi musuh-musuh potensial anda. Dengan enteng dan mudahnya, anak-anak anda, menentang anda, menyalahkan keyakinan anda, membid'ahkan anda, mengatai anda sesat dan bisa masuk neraka, padahal mereka pernah anda besarkan dengan seluruh cinta kasih anda.

Pilihan ada di tangan anda. Memasukkan putra/putri anda ke sekolah mereka dan membiarkan mereka menempa dan membentuk putra/puteri anda jadi robot-robot tanpa rasa.

Robot-robot yang bisa disetir jalan hidupnya oleh sebuah kekuatan raksasa, yang hendak mengubah Indonesia menjadi negara impian mereka.

#2019guremkanPKS
#janganmaudibohongipakaiagama

Sumber : Komentar Apep Wahyudin Pada Status Arif Fadila

Sunday, July 1, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: