Islam Labelling

Ilustrasi

Oleh : Widhi Wedhaswara

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan oleh sekelompok anak muda yang marah-marah karena tulisan arab di sandal yang diinjak-injak. Atau ada orang, yang mau menunjukkan kadar ketakwaannya dengan solat di Monumen "Bela Islam." Atau memberikan aksi peluk, agar cadar dianggap bukan pakaian teroris. Sebuah semangat membela islam tapi sayangnya malah memberikan label tidak sesuai untuk keislamannya.

Ambil contoh kasus pertama, mereka marah pada tulisan arab di sandal karena diinjak, padahal tulisan itu hanya mengartikan kanan dan kiri. padahal di arab sana, bendera arab saudi dengan tulisan arabnya pernah ditendang-tendang karena dicetak di bola sepak, bahkan kondom dur** pun berbahasa arab termasuk tutorial cara masangnya.

Kemudian, agar terlihat persatuan, ingin mengadakan ibadah di Monas, padahal ramadhan adalah momentum untuk memakmurkan masjid, entah mengapa di saat ini di beberapa Masjid malah menjadi tempat untuk menyebarkan ujaran kebencian, Masjid menjadi tempat untuk mengusir yang beda pilihan politik.

Yang terakhir, aksi peluk untuk melepaskan stigma bercadar itu teroris, agak miris karena sebelumnya banyak anggapan dengan melabeli selain wanita bercadar atau hijab panjang maka bukan syar'i. Tunjukkan Islam (bercadar) bukan teroris bukan meminta dirangkul, tapi tunjukkan Islam adalah agama yang ramah dengan merangkul, rangkul mereka yang anda anggap sesat, bidah dan kafir, rangkul lah mereka yang terusir di sampang, rangkul lah mereka yang menjadi tunawisma akibat rumahnya dihancurkan di lombok. Tunjukka lah bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin. Tunjukkanlah di bulan yang suci ini dan bulan-bulan selanjutnya.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda; “Man qotala dzimmiyan fa ana khosmuhu, wa man kuntu khosmahu fa lam yasyumma roihatal jannah (barang siapa yang membunuh non muslim maka ia akan berhadapan [memusuhi] dengan saya [Nabi]. Dan barang siapa yang berhadapan dengan saya, maka ia tidak akan mencium bau surga.” Itu statemen Nabi yang luar biasa dalam melindungi hak hidup manusia, siapa pun dia.

""Yang menghina agamamu, tidak bisa merusak agamamu. Yang bisa merusak agamamu justru perilakumu yg bertentangan dengan ajaran agamamu." - Gus Mus.

Sumber : Status Facebook Widhi Wedhaswara

Monday, May 21, 2018 - 22:15
Kategori Rubrik: