Islam, Ketaatan dan Keterbukaan Pemahaman

Oleh : Zen Zulkarnaen

Menolak fakta bahwa pelaku bom bunuh diri adalah orang Islam yg mempunyai iman dan ketaatan luar biasa pada yang dia yakini tidak akan pernah menyelesaikan soal

Dari sejak Ibnu Muljam -seorang ahli ibadah yg sangat taat- pembunuh khalifah Ali, hingga kini para radikalis dan pelaku bom bunuh diri semua karena faktor keyakinan agama, semua orang yang taat ibadah ritual

Artinya perilaku taat ibadah itu tidak serta merta pasti menjadi kebaikan, bisa jugak sikap ketaatan itu menjadi media berkembangnya sikap radikal hingga rela bunuh diri demi imannya. Padahal seringkali masyarakat kita selalu memuja ketaatan agama ini, sambutan dan harapan akan anak yg taat beribadah sudah jamak kita saksikan di tengah masyarakat, orang tua berbangga meliyak anaknya rajin ibadah, universitas hingga pom bengsin sibuk ngasih hadiah buat penghapal Quran dan seterusnya hingga lupa ada potensi mematikan dari ketaatan itu

Iman dan ketaatan beragama musti dibarengi pemahaman yang terbuka, luas dan lapang sehingga tidak main mutlak akan keyakinannya sendiri. Untuk bisa memiliki pemahaman yang terbuka tidak sempit, kaku dan main mutlak-mutlakan itu diperlukan pendidikan agama yg tidak berbasis doktrinal di sekulah-sekulah sebagai pembanding anak dari gencarnya berbagai propaganda melalui berbagai ajang dakwah yg berbasis doktrin itu. Dengan pendidikan agama berbasis pengetahuan (knowledge) maka sikap kritis karena wawasan yg luas akan menghindarkan diri dari berbagai upaya cuci otak

Jadi jangan bangga kalok anak ato sodaranya taat beragama, perlu sikap terbuka agar ketaatannya bisa menjadi kebaikan buat sesama. ** (ak)

Sumber : Facebook Zen Zulkarnaen

Tuesday, July 5, 2016 - 20:15
Kategori Rubrik: