Islam Itu Asing dan Akan Kembali Asing

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Itulah salah satu Hadits yang selalu dijadikan rujukan oleh kelompok yang merasa paling benar. Mereka merasa bahwa memegang teguh akidah terasa begitu berat dan "asing" (baca: aneh). Bahkan semakin "asing", akan merasa semakin Islami. Semakin merasa menjadi manusia-manusia terpilih! Semakin Radikal semakin bangga!

Padahal jika hadits tersebut dipahami secara kontekstual, tentu akan menghasilkan penafsiran yang berbeda. Islam datangnya asing adalah benar! Sebagaimana Rasulullah SAW mengatakan bahwa: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlaq yang mulia".

Islam hadir sebagai "keasingan" dimulai ditengah masyarakat Arab yang Jahiliyah. Ditengah kehidupan masyarakat yang sangat barbar. Dimana mengubur hidup-hidup anak perempuan (dianggap aib) adalah hal yang biasa. Manusia diperjual belikan bagaikan barang dagangan. Pertumpahan darah dimana-mana. Kemudian Islam hadir menyajikan Akhlak yang Mulia. Hablum Minalloh dan Hablum Minannas begitu terjaga. Hubungan dan Akhlaq kepada Tuhan dan sesama Manusia tidak dapat dipisahkan. Sebagaimana ajaran dalam Islam bahwa Allah tidak akan mengampuni hambanya atas dosa kepada sesama sebelum mendapat "ampunan" dari sesama. Ujungnya akan membawa kita pada perilaku dan tutur kata yang berakhlaq mulia kepada sesama.

Tapi kini justru wajah Islam seakan ditampilkan menjadi kembali "asing". Menjadi paradoks dari sikap Akhlaq yang Mulia. Teriakan Bunuh! Gantung! Babi! Anjing! Kafir! Halal Darahnya! Thoghut! seakan semakin akrab ditelinga. Dan itu membawa nama-nama Islam! Naudhubillah! Apakah ini justru gejala sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa pada akhirnya Islam itu asing?

Tetapi sebaliknya sikap toleransi, menyelamatkan, menghargai, bahkan mencintai sesama makhluk Allah justru semakin sering ditampilkan oleh mereka yang tidak "berbaju" Islam? Fenomena ini juga mengingatkan kita atas pernyataan lain dari Rasulullah SAW bahwa tidak akan datang kiamat sebelum matahari terbit dari barat. Dan apakah fenomena dalam video dibawah ini bisa ditafsirkan bahwa "Matahari" telah terbit dari "Barat"? Saat di "Timur" cahaya Islam seakan semakin "meredup"? 
Wallahu a'lam bi shawab..

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (QS.12: 111)

*FAZ*
#NgajiKehidupan
#Tasawwuf

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Saturday, November 11, 2017 - 20:00
Kategori Rubrik: