ISIS Ingin Jadikan Indonesia Suriah Kedua dengan Menunggangi "Sapi"

Oleh: Afa Muafa

 

Kalau Anda mengamati darimana datangnya status-status penuh kebencian dan hasut, pasti datangnya dari kelompok itu-itu saja. Fitnah dan hoax yang keji dan bermuatan SARA, datangnya dari mereka-mereka juga. Bagaimana dengan status-status pro teroris? Juga dari orang yang itu-itu pula.

Begitulah yang terjadi sebelum Suriah hancur. Kebencian dan fitnah bermuatan SARA terus ditiupkan. Siapa yang memproduksi? ISIS. ISIS menunggangi kelompok oposisi, para pembenci bersumbu pendek. Mereka dijadikan alat, dijadikan kayu bakar untuk menyebarkan amarah kepada saudara-saudaranya sebangsa di seantero Suriah. Pecahlah perang saudara. Suriah hancur berantakan. Namun kepemimpinan tetap bertahan dengan stabilitas politik yang tak menentu.

 

 

Hal yang sama kini sedang berlangsung di Indonesia. ISIS  ingin menjadikan Indonesia seperti Suriah melalui oposisi, mereka menunggangi kelompok “Partai Sapi” yang penuh dengan orang-orang bersumbu pendek setelah didoktrin dengan kebencian berkedok agama. Setelah kelompok ISIS kurang berhasil di Suriah, kini mereka melirik ke Indonesia. ISIS menunggangi Partai Sapi yang mengusung Prabowo-Sandi sebagai pasangan capres-cawapres.

ISIS memang jeli, mereka melihat pasangan ini yang diperkuat golongan emosianal sumbu pendek dapat membantu mereka mencapai tujuan, yaitu menjadikan Indonesia seperti Suriah. Saat ini sudah banyak sel-sel tidur ISIS di Indonesia. Kalau pemimpin yang berkuasa di Indonesia pro terhadap mereka, sel-sel ISIS akan bangun. Kelompok-kelompok ISIS pun sudah bersiap-siap di sekeliling Indonesia, mereka akan langsung masuk Indonesia begitu pemimpin yang berkuasa pro mereka.

Maka tak akan menunggu lama. Indonesia akan menjadi Suriah kedua. Kita sudah menyaksikan kehancuran Suriah, foto-foto kekejaman ISIS di Suriah dan di belahan dunia lainnya. ISIS yang sadis ini juga merekrut anak kecil dan millennial jadi teroris. Anak Anda yang mestinya punya masa depan cerah akan dijadikan martir dan mesin penghancur dunia demi kepentingan mereka.

Apakah kita rela Indonesia jadi seperti itu? Keputusan di tangan Anda.

Saturday, September 15, 2018 - 09:30
Kategori Rubrik: