Ironi Kehidupan itu "Candaan" Tuhan

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Jujur saja, meskipun di linimasa medsos sedang ramai memperbincangkan tentang perceraian UAS, saya sama sekali tidak tertarik untuk mencibir dan menggunjingnya. "Loh! Bukannya dulu kamu pernah berkomentar pedas atas sikap UAS yang mengatakan Rina Nose pesek?" Itu beda bro! Saya berusaha sebisa mungkin tidak akan mencibir Qada' dan Qadar Allah. Atau apapun itu yang menjadi ketentuan Tuhan. Karena bagi saya, Jodoh, Rejeki dan Maut adalah " hak prerogatif" Tuhan.

Saya memang pernah mengkritk keras atas kesombongan UAS yang mengina Rina Nose atau Habib Rizieq yang menghina Gus Dur. Karena memang Sifat Sombong sangat dibenci Tuhan. Tapi saya tidak akan mencibir UAS yang bercerai, HRS yang jatuh miskin (jika memang benar demikian adanya). Karena itu tidak lepas dari Qada' dan Qadar Allah.

Selain itu, perceraian ataupun seseorang yang sedang terpuruk ekonominya, bagi saya itu adalah ujian hidup. Meskipun di dalamnya terdapat hikmah atau teguran bagi seseorang. Dan yang membuat kita harus mawas diri yaitu, terkadang Tuhan sering "bercanda" dengan membuat Ironi Kehidupan. Ada Dokter Spesialis Jantung, meninggal karena Serangan Jantung. Ada Ahli Nasehat "Jagalah Hati", pada akhirnya juga tergoda hati. Ada Motivator "Super", yang tersandung masalah keluarga tentang status anak kandungnya. Ada Penulis Buku "Kiat menang sengketa di MK" gagal memenangkan kandidat yang ditanganinya. Ada orang yang berteriak lantang agar orang lain ditahan, eh dia sendiri kabur ke negeri orang. Termasuk UAS yang menulis buku tentang kiat rumah tangga yang justru berujung pada perceraian.

Maka dari itu, berhati-hatilah dengan candaan Tuhan tentang Ironi Kehidupan. Saat kita merasa lebih tahu, lebih baik, lebih ahli atau apapun itu atas sesuatu, biasanya kita akan diuji akan hal yang sama. Misalnya, saat kita mencibir seseorang yang banyak hutangnya, bisa jadi suatu saat akan mengalami hal yang sama.

Jadi, jika misalnya saya ditanya mending mana mencibir poligami ataukah perceraian seorang publik figur? Yang jelas sama-sama tidak baik. Namun begitu, menurut saya (jika boleh), masih "mending" mencibir poligami daripada perceraian. Karena poligami lebih dominan faktor manusianya daripada faktor ketentuan Tuhan tentang jodoh seseorang. Walaupun sama-sama tidak dikehendaki, mungkin bagi kebanyakan laki-laki, masih mending diuji dengan poligami daripada dengan perceraian. Meski kenyataannya, banyak kaum perempuan yang memilih diceraikan daripada diduakan. Pokoknya gak mau!

"Kalau begitu, aku mau mencibir Publik Figur yang poligami aja bro! Biar diuji dengan poligami!" Hmm.., kalau itu namanya ngarep. Dan bisa jadi kamu malah gak dapat apa-apa! Karena manusia memang tak berhak "menguji" atau mengajak "bercanda" Tuhannya. Apalagi sampai merasa bisa memanipulasiNYA! Binging toh?! Saya juga! Hehehe..

Wallahu a'lam bi shawab..

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Sunday, December 8, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: