Iran dan Peradaban Dunia

Ilustrasi

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Hakikatnya, Iran tdk pernah mendakwahkan Syiah, yang mereka usung adalah bendera Islam. Republik yang mereka bentuk diberi label Islam, bukan label mazhab, agar yang dikenal di dunia adalah Islam, apapun 
kemudian mazhabnya.

Kalau ideologi kapitalis, sosialis, komunis, Kristen bahkan zionis bisa mendirikan Negara, maka dunia mengenal lewat Iran sebagai sebuah Negara demokrasi yang maju, Islam juga bisa melakukannya.

Kalau AS, China, Rusia dan Korut bisa mengembangkan tekhnologi nuklir, maka dunia mengetahui lewat Iran, ilmuan- ilmuan Islam juga bisa melakukan hal yang sama.

Kalau ditingkat Asia, Jepang, Korsel dan China merajai panggung olahraga, maka dunia jadi paham lewat Iran, atlit-atlit muslim juga bisa meraih prestasi yang membanggakan.

Kalau perempuan-perempuan Barat bersaing dalam menemukan karya-karya dan prestasi yang mengagumkan, dunia melihat melalui Iran, muslimah-muslimah juga mampu mempersembahkan hal serupa.

Kalau AS dan Eropa memiliki segudang negarawan dan politikus yang disegani di kancah percaturan politik internasional, dunia juga mengenal melalui Iran, Islam juga mampu mencetak negarawan-negarawan dan politikus yang mampu melakukan diplomasi tingkat tinggi.

Kalau AS dan Negara-negara Barat memiliki kekuatan militer yang ditakuti, dunia mengenal melalui Iran, bahwa Islam juga bisa melakukan lebih dari itu.

Inilah tujuan Imam Khomeini membentuk Republik Islam Iran, inilah sasarannya menonjolkan pelabelan Islam pada nama Negara yang didirikannya. Membangkitkan kembali izzah Islam, sejak keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani.

Inilah yang kemudian membuat musuh-musuh Islam menjadi panik. Kebangkitan Islam sudah di depan mata, jika tidak dihentikan akan menjadi air bah yang akan menenggelamkan mereka.

Sumber : Status Facebook Ismail Amin Pasannai

Sunday, February 11, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: