Investasi Saudi -Indonesia

Oleh : Muhammad  Jawy

Selama ini Saudi dikenal sangat loyal berinvestasi di Amerika Serikat. Lebih dari USD 785 milyar (alias lebih dari 1000 trilyun rupiah) uang Saudi ditanamkan di ekonomi Amerika, menurut pejabat Amerika yang dikutip New York Times. Namun sejak peristiwa 9/11 hubungan Saudi-Amerika naik turun, bahkan sempat memanas sejak ada rencana legislasi dimana korban 9/11 bisa menuntut Saudi. Saudi sempat akan mengancam menjual asset dan investasi yang ditanam di US, dan memindahkan ke tempat lain.

Dengan angka raksasa seperti itu, tentu saja ekonomi US akan goyang kalau betulan investasi Saudi ditarik secara massal, tapi dampak ekonomi dan politik juga tidak akan menyenangkan bagi Saudi. Terlebih Saudi sendiri sedang mengalami kondisi keuangan yang kurang menguntungkan sejak harga minyak jatuh, dan harus berkompetisi dengan sumber energi lain seperti shale oil.

Nah solusi yang paling masuk akal adalah, Saudi memulai untuk berinvestasi ke negara sahabat yang memang tidak punya pretensi menunggangi secara politik. Indonesia adalah salah satunya.

Indonesia membutuhkan investasi massif untuk bisa membangun infrastruktur hingga ke pelosok negeri. Hitungan nya kita butuh sekitar 5000 trilyun untuk membangun bendungan, jalan tol, pelabuhan, bandara, jaringan listrik, dsb. Visi ini sangat kentara menjadi prioritas utama pemerintahan Jokowi, dan kendala utama selain kebutuhan reformasi birokrasi untuk menekan kebocoran anggaran, tentu saja adalah butuhnya investasi dari sumber yang kredibel.

Indonesia dan Saudi sudah memiliki hubungan baik sejak NKRI berdiri. Bahkan Presiden Soekarno sangat akrab dengan Raja Saudi, termasuk Soekarno yang mengarsiteki salah satu komponen bangunan di kompleks Masjidil Haram.

Saatnya hubungan baik ini direfleksikan dalam bentuk kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dan saling percaya. Momen sekarang paling tepat, karena Indonesia lagi sibuk berbenah melakukan deregulasi yang merugikan investasi dan juga sibuk memerangi korupsi dan inefisiensi, sekaligus Indonesia sudah memiliki roadmap infrastruktur yang cukup detail. Dan Saudi membutuhkan tempat investasi yang aman dari ancaman yang sifatnya politis.

Semoga kunjungan Raja Salman bisa berbuah manis yang bisa dipetik baik oleh warga NKRI dan Saudi, semakin eratnya persahabatan dan semakin tumbuhnya iklim kerjasama ekonomi.**

Sumber : facebook Muhammad Jawy

Wednesday, March 1, 2017 - 10:00
Kategori Rubrik: