Introspeksi

Oleh: Bintang Noor Prabowo
 

kadang-kadang, kita harus introspeksi, bahwa mungkin saja kita yang salah, dan orang lain yang benar..

saya pernah punya klien, yang mengeluhkan mengenai pembantunya yang kabur, padahal baru kerja 2 minggu, dan belum ambil gaji.. 
dia mengeluhkan etos kerja pembantu masa kini..

 

pertama-tama yang saya tanyakan adalah apakah ini pertama kalinya beliau punya pembantu yang kabur.. 
dan ternyata jawabnya adalah bahwa ini adalah kasus ketiga pembantunya "kabur" tanpa sebab..

seiring berjalannya waktu dalam proses konstruksi rumah beliau, saya mengenali beberapa karakter yg menyebabkan orang lain tidak betah dan cenderung kabur..

tapi, rupanya beliau (dan sebagian besar dari kita) mengalami kesulitan untuk introspeksi, bahwa mungkin saja masalahnya berasal dari kita sendiri.. bukan pembantunya..

bayangkan perasaan dan dilema yang harus dialami pembantu yg sudah kerja 2 minggu di rumah itu dan belum gajian.. kalau keadaan masih tertahankan, menunggu 2-3 minggu lagi gajian, kemudian pamit baik-baik kan tidak terlalu susah.. 
derita dan kegundahan hati macam apa yg membuat para pembantu itu memilih merelakan 2 minggu susah payah mereka tidak berbayar, dan lebih memilih kabur meninggalkan majikan..

orang yang merasa menjadi pusat alam semesta, dimana orang lain, tetangga, bulan, matahari, dan galaksi berputar mengelilingi dirinya sendiri kadang-kadang tidak sadar bahwa dirinya yang salah, dan justru orang lain yang benar..
bahkan seringkali mereka lebih galak dan lebih nyolot menyalahkan orang lain yang tidak sependapat dengan dirinya..

sesekali orang harus sadar dan berhenti membohongi (dan membodohi) diri sendiri..

misalnya ada orang yang memuja-muji Raja Salman al-Saud, yang akan menyelesaikan masalah hutang Indonesia ke China.. ternyata hanya menanamkan investasi kurang dari 10% dari investasi yang malah Raja Salman tanamkan di China..

Jokowi salaman dengan PM Li Keqiang langsung dituduh antek komunis.. 
Salman al-Saud salaman dengan Li Keqiang, mereka kejang-kejang..

mereka mencela pulau Bali, malah pujaannya berlibur ke Bali..

mereka percaya bahwa Salman al-Saud datang khusus menemui Rizieq, melalui hoax di medsos dan WhatsApp, ternyata Sang Raja malah salaman sama Ahok dan selfie dengan Megawati beserta putrinya..

berkali-kali salah, tapi mereka tetap berpikir bahwa mereka yang betul, sampai harus bikin (dan percaya sendiri) meme palsu Rizieq bertemu Raja Saudi diam-diam di bali..

kebodohan berlanjut terus dan terus dan terus..

sampai kemarin partai Nasdem mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat..

masih ingat ketika kaum sumbu pendek anti Ahok Anti Jokowi mengelu-elukan Ridwan Kamil untuk berlaga melawan Ahok di awal Pilgub Jakarta?

hari-hari ini akhirnya dipenuhi sliweran komentar dan capture bernada protes dan mengumpat Ridwan Kamil karena menerima dukungan dari Nasdem yg katanya partai pendukung penista agama..

jadi, sekali lagi, mereka yang selalu betul, dan RK yang salah..

dan lagi-lagi tuduhan munafik, liberal, syiah meluncur kesana-sini..

ntar giliran istri Aher nyalon gubernur, langsung dipuji setinggi langit.. 
padahal dulu pas Megawati mencalonkan diri, dalil yg dipakai adalah bahwa perempuan haram menjadi pemimpin atas laki-laki..

ingatannya seperti Dory.. atau sependek ikan mas koki..

jadi mereka ini berkali-kali salah nebak, tapi kemudian kecewa dan menyalah-nyalahkan orang lain karena mereka anggap berubah dan tidak konsisten..

padahal enggak..

Raja Salman dan Ridwan Kamil itu konsisten.. 
yang mbambung dan tidak konsisten itu mereka-mereka penghuni bumi datar sumbu pendek..
mereka itu yang memuji-muji sendiri, kemudian patah hati karena yang dipuji-puji itu berbeda dengan keinginan mereka..

galau banget pasti rasanya..

alkisah, ada seorang jomblo yang tidak pernah punya pacar, karena ibunya tidak pernah menyetujui dan menyukai calon pacarnya.. betapapun cantik, manis, dan lembut tuturkatanya..

akhirnya, dia menemukan seorang wanita yang wajahnya mirip ibunya, suaranya mirip ibunya, tingkah lakunya mirip dengan ibunya.. segala-galanya persis ibunya..

dengan harapan besar, dia bawa wanita itu ke rumah untuk diperkenalkan kepada orang tuanya..

eh, gantian ayahnya yang tidak menyukainya..

 

(Sumber: Facebook Bintang Noor P)

Tuesday, March 21, 2017 - 18:15
Kategori Rubrik: