Introspeksi Diri

ilustrasi

Oleh : Eddy Sinang Trenggono

Ketika kita memang tidak pernah dikelilingi wanita cantik yang menarik , sudah teruji kah kita sebagai lelaki alim yang tidak mata keranjang

Ketika kita selalu berada di tempat dengan sistim pengawasan yang ketat dan memang tidak ada kesempatan, sudah terbukti kah kita dicap sebagai orang yang jujur?

Ketika kita tidak pernah kaya raya dan tidak punya kedudukan yang tinggi, sudah teruji kah kita sebagai orang rendah hati atau tidak arogan

Ketika wajah kita tidak tampan/cantik, tidak punya harta dan kekuasaan serta tidak pernah hidup dilingkungan yang menggoda,
sudah terbukti kah kita sebagai orang alim dan bermoral.

 

Ketika setiap bersedekah, semua orang pasti tahu dan nama kita tercantum, sudah kah kita pantas disebut dermawan yang ikhlas?

Ketika kita tidak pernah mengalami kerasnya angin badai, dan terjangan ombak yang tinggi dan ganas, sudah pantaskah kita dinobatkan sebagai Nahkoda handal?

Kehebatan itu baru layak, bagi orang yang perilaku nya memang alim dan suci, tapi tetap lebih sibuk menghitung dosa diri sendiri daripada menghitung dosa orang lain.

Kehebatan itu baru layak bagi orang yang memegang pedang di tangan, tapi tetap mengampuni dan tidak memenggal kepala musuhnya yang sudah takluk dan tidak berdaya.

Kehebatan itu baru layak bagi orang yang sudah "bermahkota dan berbaju emas berlian" ,bermandi pujian, dan berkedudukan tinggi tapi tetap mencium tangan gurunya, membungkuk pada orang tua , rendah hati pada rakyat jelata dan ber welas asih pada semesta.

Sumber : Status facebook Eddy Sinang Trenggono

 

Thursday, August 6, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: