Insecure dan Omong Kosong Fisik

ilustrasi

Oleh : Dyah Novita

Melihat gambar di bawah ini, gue bisa menduga apa yang ada di pikiran kalian.

"Wah, Dynar item, jelek ya. Kliatan aslinya kalo lagi main di pantai."

"Pamer aurat teross. Murahan banget."

"Mayan, buat bacol." (guy, nafsu lo receh, cok)

Gue sekali lagi ingin menyampaikan tentang Self Esteem . Baru kemaren-kemaren orang terdekat gue mengeluhkan tentang insecure.

Gue ambil kesimpulan, ketika seseornag itu insecure, semua kembali ke faktor lingkungan.

Come on, sampai kapan kita bercandain fisik orang?

"Kulit lu item banget sih. Coba beli krim ini tu bla bla.."

"Lu apa nggak pengen langsing biar suami lu PD jalan bareng lu? "

"Lu bogel ya, dr dulu nggak tinggi2."

Juga banyak lainnya. Sebenernya ketika ada orang insecure sama diri sendiri, yang bertanggung jawab itu adalah lingkungannya.

Jika ikut standar kecantikan yang dibuat industri kosmetik, maka betis gue yang kaya gajah, gigi yang nggak rapih dna putih, kulit kecoklatan dan tinggi gue yang nggak ideal ini bisa aja bikin gue minder. Belum lagi hidung gue yang dianggap nggak menampilkan keindahan.

Gue nggak berpikir demikian. Gue cantik!
Mana sudi gue ngikutin standar kecantikan di luar sana, gue cukup bahagia dan bahkan sangat percaya diri dnegan ukuran bra 32A.

Ada yang lebih penting dari sekedar fisik yang bisa jadi point plus dari diri kita.

Kecerdasan, Attitude, karakter dan cara kita memperlakukan orang.

Berhenti mendikte seseorang karena fisiknya!

Kita nggak bisa meminta dilahirkan dengan bentuk, wujud atau genetik seperti apa.

Beberapa dari kita terlahir dengan hormon yang tidak seimbang, sehingga menyebabkan jerawat berlebih.

Lainnya terlahir dengan genetik rambut yang tidak subur. Ada juga yang keriting, lurus, bergelombang, hitam, pirang, kemerahan, coklat.

Ada yang bahkan kurang beruntung karena menjalani hidup dengan anggota tubuh atau organ yang nggak lengkap.

Serangan insecure bukan main-main. Bahkan sebagain wanita rela memborong krim pemutih karena lingkungannya mengolok-olok kulit gelap.

Beberapa lelaki membahayakan dirinya dengan menyuntikan steroid demi mendapatkan badan atletis. Itu belum termasuk lelaki yang insecure dengan ukuran penis. Alih-alih mempelajari sex edukasi, kemudian justru memilih menyuntikan silocon cair dengan resiko yang sangat fatal.

Pemutih ketiak, selangkangan, dan perona areola pada payudara hanya sebagian kecil dari dampak insecure.

Ayolah, masing-masing dari kita harus bertanggung jawab sama bacot. Jangan sampai bacot atau malah bercandaan kita membuat serangan insecure buat orang lain. Ada banyak bahan banyolan, tapi bukan fisik. Kadang yang lu anggap basa-basi itu justru nyakitin banget.

Yang lebih absurd adalah saat menyerang fisik kita itu orang terdekat. Saudara, teman atau bahkan orang tua. Kadang malah pasangan kita sendiri.

Banyak lelaki selingkuh karena merasa istrinya tidak memiliki kecantikqn yang sama saat sebelum dinikahi. Vagina pink dna payudara besar hanya bagian dari bokep. Strechmark dan perut yang sedikit menggelambir adalah bukti bahwa pertaruangan di bangsal ruang bersalin itu tulus.

Demikian lelaki yang tidak seganteng dulu saat menikahi. Lebih dari 8 jam dia bekerja, memikirkan hidup tanggang jawab seisi rumah. Dia tetap akan mempesona sekalipun tidak segagah dulu saat dia masih sendiri.

Kemudian buat kalian yang ngerasa nggak berharga karena fisik kalian. Ayolah, berhenti hidup buat orang lain.
Nggak ada standar kecantikan atau kegantengan. Itu omong kosong!

Seperti apapun kita secara lahiriah, kita adalah bentuk keindahan, nggak pake tapi !

*terkait Kecantika Bagian Dari Industri, bisa baca disini: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=942001262864702&id=100011645102496

Sumber : Status facebook Dyah Novita

Sunday, July 5, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: